Pemerintah Thailand semakin aktif dalam mempromosikan negaranya sebagai lokasi syuting untuk film dan serial asing setelah sukses besar serial The White Lotus Season 3. Serial HBO tersebut mendapatkan sambutan meriah karena sebagian besar proses syuting berlangsung di Thailand, serta melibatkan artis lokal, termasuk salah satu anggota dari grup musik terkenal.
Keberhasilan ini membawa dampak positif bagi industri pariwisata dan ekonomi Thailand. Dengan investasi mencapai puluhan juta dolar, negara ini berusaha untuk menarik lebih banyak proyek film internasional.
Setelah penayangan serangkaian tayangan tersebut, terjadi lonjakan signifikan dalam pemesanan perjalanan menuju Thailand. Pencarian informasi mengenai destinasi ini di internet juga meningkat drastis, menunjukkan bahwa masyarakat internasional semakin ingin menjelajahi keindahan alam dan budaya Thailand.
Mendorong Investasi Melalui Promosi di Cannes
Departemen Promosi Perdagangan Internasional Thailand (DITP) mengambil langkah signifikan dengan berpartisipasi dalam Cannes Film Market pada tahun 2026. Langkah ini adalah bagian dari upaya strategis untuk menarik perhatian produser film di seluruh dunia.
Dalam acara tersebut, Thailand menawarkan insentif menarik seperti rabat tunai sebesar 30 persen bagi proyek yang syuting di wilayah mereka. Ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi produser asing yang mencari lokasi syuting modern dan beragam.
DITP memboyong sekitar 15 perusahaan film dari Thailand untuk berkolaborasi di Cannes. Mereka mengenalkan kampanye dengan slogan “Reimagining Thailand” yang diharapkan dapat memperluas daya tarik serta potensi kerjasama internasional dalam industri film.
Dampak Ekonomi dari Produksi Film Internasional
Setelah hadir di Cannes, Thailand berhasil mencapai kesepakatan kerja sama yang menarik senilai 500 juta baht. Ini merupakan 35 persen dari target yang mereka tetapkan selama periode festival, menunjukkan dialog yang positif dengan para produser internasional.
Pemerintah Thailand juga berkomitmen untuk terus mendukung industri film lokal dengan menginvestasikan 220 juta baht untuk mendanai 86 produksi. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat posisi Thailand sebagai pusat produksi film di Asia Tenggara.
Dengan inisiatif ini, Thailand tidak hanya ingin menjadi lokasi syuting, tetapi juga berambisi untuk memproduksi konten berkualitas yang dapat bersaing di tingkat global. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di negara tersebut.
Popularitas Konten LGBTQ dan Peluang Ekspansi Pasar
Thailand telah dikenal sebagai salah satu produsen konten Boys’ Love dan Girls’ Love terbesar di Asia. Jenis konten ini memiliki segmen pasar yang cukup besar dan terus berkembang di berbagai negara.
Wakil Perdana Menteri Thailand mengungkapkan bahwa negara mereka memproduksi lebih dari 55 persen konten jenis tersebut di Asia. Dengan semakin diterimanya tema-tema LGBTQ di berbagai negara, peluang untuk mengekspor konten ini semakin terbuka lebar.
Dari proyeksi yang ada, pasar konten LGBTQ di Thailand diperkirakan akan mencapai nilai yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Terdapat rencana untuk memperluas jangkauan ke Amerika Selatan, yang diperkirakan akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan industri hiburan di negara tersebut.
