Aksi Mahasiswa Banyumas Raya Gelar Mimbar Bebas dan Lapak Baca Buku

Massa mahasiswa dari BEM se-Banyumas Raya, Jawa Tengah, menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun Purwokerto, akhir pekan lalu. Aksi ini ditujukan untuk menuntut perubahan kebijakan pemerintah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Aksi tersebut menjadi semakin menarik dengan adanya lapak baca buku gratis yang disiapkan mahasiswa. Selain itu, kegiatan juga memuat pasar baju bekas yang semakin meramaikan suasana aksi.

Dalam aksi ini, mahasiswa dengan tegas menutup setengah lajur Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto untuk menarik perhatian pemerintah. Mereka ingin suara rakyat didengar dengan jelas agar kebijakan yang ada dapat diperbaiki.

Beragam Kegiatan dalam Aksi Mahasiswa di Purwokerto

Koordinator lapangan aksi, Setyawan, menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar mencerminkan keresahan masyarakat terhadap pemerintahan saat ini. Menurutnya, bukan hanya mahasiswa yang merasakannya, tetapi seluruh lapisan masyarakat.

Selama aksi, mahasiswa tidak hanya fokus pada orasi politik, tetapi juga menghadirkan seni dan budaya. Dengan cara ini, mereka berusaha menjangkau lebih banyak orang dan membentuk solidaritas yang lebih besar.

Setyawan juga menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah. Mereka merasa bahwa berbagai bidang, terutama ekonomi, terpengaruh oleh keputusan yang diambil oleh para pemimpin saat ini.

Tuntutan yang Disampaikan oleh Mahasiswa

Dalam demonstrasi tersebut, BEM Banyumas Raya mengeluarkan lima tuntutan utama. Pertama, mereka menyerukan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak efektif.

Kedua, mereka meminta penghentian proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dianggap tidak memberi manfaat. Ketiga, penegakan kembali supremasi sipil dengan mengkritisi Undang-Undang TNI dan RUU Polri yang dianggap merugikan.

Selain itu, mahasiswa mendesak agar pemerintah berhenti mengambil kebijakan yang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat. Dalam pandangan mereka, peran mahasiswa adalah untuk mengaktualisasikan suara rakyat melalui aksi-aksi tersebut.

Penglibatan Masyarakat dalam Aksi Demonstrasi

Aksi ini bukan hanya diikuti oleh mahasiswa, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat lainnya. Sejumlah komunitas lokal dan organisasi seperti Aksi Kamisan Purwokerto ikut berpartisipasi untuk menunjukkan dukungan.

Setyawan mengungkapkan bahwa pergerakan ini merupakan bentuk kesatuan antara mahasiswa dan masyarakat. Mereka ingin menunjukkan bahwa keresahan yang dirasakan adalah milik bersama, bukan hanya dari kalangan akademisi saja.

Pembauran antara mahasiswa dan masyarakat menciptakan suasana yang harmonis dalam aksi tersebut. Hal ini menjadi simbol bahwa setiap orang memiliki hak untuk bersuara dan memperjuangkan kepentingan mereka.

Related posts