Perempuan dan Energi Bincangkan oleh Sherly Tjoanda dan Diana Kusumastuti

Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) dan Penabulu-Oxfam baru saja melaksanakan forum dialog bertajuk Kunstkring Dialogue: Forum Ekonomi Restoratif. Dalam acara ini, mereka menekankan peran perempuan sebagai penggerak utama dalam menciptakan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyatakan komitmen pemerintah untuk memberikan akses ekonomi lebih luas bagi perempuan. Melalui program-program ini, diharapkan akan ada pendampingan dan pelatihan serta akses ke pasar untuk menguatkan peran perempuan dalam ekonomi lokal.

“Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan akses modal bagi perempuan. Ini mencakup pendampingan melalui pelatihan serta akses ke pasar sesuai kebutuhan sektor industri di Maluku Utara,” ungkap Sherly di hadapan peserta dialog.

Inisiatif Pemberdayaan Perempuan di Sektor Ekonomi

Acara ini juga menampilkan berbagai praktik baik dalam ekonomi restoratif, di mana pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama. Salah satu inisiatif yang dikenal adalah Mama Bambu di Desa Agroekologi Bambu yang berhasil melibatkan perempuan dalam aktivitas produktif.

Selain itu, Kebun Pangan Lokal Perempuan juga menjadi contoh nyata bagaimana perempuan dapat berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan. Melalui program ini, perempuan memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus melestarikan alam.

Perhutanan Sosial Khusus Perempuan juga menawarkan ruang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Keberhasilan inisiatif-inisiatif ini menunjukkan pentingnya peran perempuan dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif.

Energi Terbarukan dan Keadilan Gender dalam Ekonomi Restoratif

Sesi kedua yang berlangsung pada dialog ini mengangkat tema Energi Terbarukan Berkeadilan Gender. Dalam sesi ini, dibahas bagaimana transisi energi dapat memperluas akses energi sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

Direktur Eksekutif IBEKA, Tri Mumpuni Wiyatno, menjelaskan bahwa transisi energi adalah bagian dari pemenuhan hak masyarakat atas akses energi. Hal ini sangat penting bagi perempuan yang sering kali terjebak dalam beban kerja domestik yang tinggi akibat kurangnya akses ke energi.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, juga menyampaikan pentingnya infrastruktur dasar dalam mendukung ekonomi restoratif yang inklusif. Kementerian PU berkomitmen untuk menyediakan layanan penting seperti air bersih dan konektivitas melalui berbagai program.

Membangun Infrastruktur untuk Mendukung Perempuan dalam Ekonomi

Kementerian PU terus berupaya memberikan dukungan yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi restoratif. Salah satu proyek unggulan yang dijalankan adalah Pamsimas, yang bertujuan mendukung akses air bersih bagi masyarakat.

Diana menekankan bahwa melalui kolaborasi ini, masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkan kebutuhan dasar seperti air. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berperan lebih aktif dalam ekonomi.

Proyek ini mencerminkan bagaimana infrastruktur yang baik dapat mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memberdayakan perempuan. Akses air bersih yang memadai dapat mengurangi beban kerja perempuan dan memberikan waktu lebih untuk kegiatan produktif lainnya.

Related posts