Masa Singapura 2026 akan menjadi perhelatan yang tak terlupakan, berlangsung dari 4 Juli hingga 10 Agustus 2026 di Gardens by the Bay. Festival ini bertujuan untuk merayakan keindahan budaya dan seni Indonesia yang kaya, serta memperkenalkan pesona alam melalui instalasi yang menakjubkan.
Pameran yang diadakan di Flower Dome kali ini mengusung tema ‘Orchid Extravaganza: Rhythm of the Rainforest’. Lebih dari 7.000 anggrek akan dipamerkan di tengah replika arsitektur ikonis dan landmark budaya Indonesia, seperti gerbang gapura ala Bali dan rumah tradisional Batak serta Sumbawa.
Tidak hanya itu, sembilan patung anyaman yang dibuat oleh 27 perajin Bali menggunakan teknik tenun berusia berabad-abad juga akan menghiasi pameran ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengunjung dapat merasakan kekayaan budaya yang ada di Indonesia.
Acara Musik dan Kegiatan Kreatif Lainnya Menanti Pengunjung
Festival ini juga akan menggelar acara bernama Masa Sound, sebuah serangkaian pertunjukan musik live yang akan berlangsung di Glassdome pada 12 Juli 2026. Dalam acara tersebut, pengunjung akan disuguhi penampilan dari Lullaboy, seorang penyanyi-penulis lagu asal Singapura, yang akan berkolaborasi dengan musisi Indonesia seperti Marbles dan Matter Mos.
Kegiatan lain yang akan ada di sekeliling kota meliputi pameran galeri, festival ilustrasi, serta diskusi seni. Selain itu, juga akan ada pertunjukan fotografi, penandatanganan buku, serta pop-up perhotelan yang menarik bagi para wisatawan.
SoundBar, sebuah bar musik yang dikelola oleh Subo Family, juga akan menampilkan keunikan musik Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan betapa beragam dan dinamisnya dunia seni kreatif yang ditawarkan selama festival berlangsung.
Dukungan dari Pemerintah untuk Keberlangsungan Acara
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan pentingnya festival ini, mengatakan bahwa MASA merepresentasikan babak baru kreativitas Indonesia di panggung dunia. Dengan kekayaan budaya yang dimiliki, acara ini menjadi wawasan baru bagi masyarakat internasional mengenai potensi seni dan budaya Indonesia.
“Dengan semangat gotong royong, kami bergerak dari talenta individu menuju dampak kolektif yang lebih besar,” kata Irene dalam siaran pers terbaru. Dia menekankan bahwa Singapura akan menjadi pintu gerbang untuk mengekspor kreativitas lokal ke arena global.
Festival ini diharapkan bisa mendorong lebih banyak kolaborasi antara seniman dari Indonesia dan negara-negara lain. Dengan dukungan berbagai pihak, festival ini memiliki potensi untuk menginspirasi dan membangkitkan minat terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Rangkaian Acara dan Kolaborasi yang Menarik
Selain acara musik dan pameran seni, terdapat juga berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mendukung seniman lokal. Diskusi seniman akan menjadi sarana bagi para kreator untuk berbagi pengalaman dan menghadirkan ide-ide inovatif.
Pameran galeri akan menghadirkan karya-karya seni yang menceritakan kisah dan keindahan budaya Indonesia. Dengan menampilkan berbagai bentuk seni, pengunjung dapat merasakan kedalaman dan keragaman seni yang ditawarkan.
Festival ilustrasi akan menjadi wadah bagi para ilustrator untuk menampilkan karya-karya visual yang kreatif, mencerminkan karakteristik dan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Kegiatan seperti ini tidak hanya akan menarik perhatian pengunjung tetapi juga memberikan peluang jaringan bagi para seniman.
