Pitt Menang Gugatan Melawan Jolie Terkait Kilang Anggur

Perceraian Brad Pitt dan Angelina Jolie tampaknya belum sepenuhnya mereda. Masih ada isu hukum yang tersisa terkait kepemilikan kilang anggur di Prancis, yang menjadikan keduanya terlibat dalam proses hukum yang panjang dan rumit. Saat ini, Pitt telah memperoleh kemenangan di pengadilan atas kasus tersebut.

Menurut laporan terbaru, Pitt berhasil mendapatkan izin untuk menggugat seorang miliarder Rusia setelah pembelian saham oleh miliarder tersebut yang melibatkan Jolie. Hal ini menambah kompleksitas dari perselisihan yang sudah berjalan antara mereka berdua.

Keputusan ini dikeluarkan oleh pengadilan banding di California, yang membatalkan keputusan sebelumnya. Proses hukum ini menjadi sangat menarik dan menyoroti lebih dalam lagi hubungan yang telah berantakan antara Pitt dan Jolie.

Kontroversi Kepemilikan Chateau Miraval

Kasus ini berakar dari kepemilikan Chateau Miraval, yang merupakan perkebunan anggur seluas 486 hektare di Prancis yang dibeli Pitt dan Jolie pada 2008. Selain menjadi lokasi pernikahan mereka, tempat ini kini menjadi pusat dari konflik keuangan antara pasangan yang dulunya akrab tersebut.

Awalnya, Jolie berniat untuk menjual bagiannya dalam kepemilikan tersebut kepada Pitt. Namun, negosiasi tersebut gagal ketika Pitt meminta agar Jolie menandatangani perjanjian kerahasiaan, yang menimbulkan ketegangan di antara mereka.

Perjanjian yang diminta Pitt mencakup larangan bagi Jolie untuk mengungkap tuduhan kekerasan yang menjadi latar belakang perpisahan mereka. Permintaan ini dianggap oleh Jolie sebagai penghalang yang tidak bisa ia terima.

Rincian Tuduhan yang Menghantui Hubungan Mereka

Tuduhan yang muncul dalam perpisahan mereka mencakup berbagai insiden, termasuk klaim dari Jolie bahwa Pitt melakukan tindakan kekerasan di pesawat pribadi pada 2016. Ia menyebut bahwa Pitt pernah “menggenggam kepalanya dan mengguncangnya,” serta melakukan tindakan lain yang dianggapnya kekerasan.

Jolie menolak untuk menerima syarat dari Pitt dan akhirnya memilih untuk menjalin kesepakatan terpisah dengan pihak ketiga, yaitu konglomerat minuman beralkohol asal Rusia. Kesepakatan ini bernilai sekitar US$64 juta dan menunjukkan betapa seriusnya situasi tersebut.

Pitt kemudian mengambil langkah hukum dengan mengklaim bahwa Jolie telah melanggar kesepakatan tidak tertulis antara mereka berdua untuk tidak menjual saham tanpa persetujuan satu sama lain. Perselisihan ini semakin berlarut-larut dengan segala kompleksitas yang ada.

Perkembangan Terbaru dalam Kasus Hukum yang Sedang Berjalan

Salah satu aspek menarik dari kasus ini adalah keterlibatan Yuri Shefler, miliarder Rusia yang membeli saham dari Jolie. Pitt menuduh bahwa Shefler terlibat dengan Jolie dalam cara yang melanggar haknya atas aset bersama. Awalnya, pengadilan menilai bahwa Shefler hanya seorang investor pasif dalam transaksi tersebut.

Namun, pengadilan banding melihat hal ini berbeda dan menyatakan bahwa Shefler memainkan peran penting dalam transaksi. Putusan ini menandai suatu momen penting dalam kasus tersebut dan membuka jalan bagi Pitt untuk melanjutkan gugatannya.

Pengadilan menyatakan bahwa terdapat cukup bukti untuk menunjukkan bahwa Shefler memiliki otoritas dalam pengambilan keputusan, memberikan angin segar bagi posisi Pitt dalam persidangan ini.

Refleksi Terhadap Dinamika Hubungan di Balik Kasus Hukum

Kasus Chateau Miraval tidak hanya berhenti pada aspek hukum semata, namun juga mencerminkan dinamika hubungan antara Pitt dan Jolie yang rumit. Gugatan balik dari Jolie mengungkapkan banyak detail mengenai kekerasan yang diduga terjadi selama mereka bersama.

Melalui seluruh proses hukum ini, keduanya berusaha untuk meraih hak dan kepentingan masing-masing, namun dengan cara yang sangat konfrontatif. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya untuk mengakhiri hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Dengan berbagai tuduhan dan penyangkalan yang muncul, hasil dari kasus ini tampaknya masih jauh dari kata selesai. Proses hukum yang sedang berlangsung memberikan gambaran yang jelas akan kerumitan emosi yang terlibat dalam perpisahan mereka.

Related posts