Pengurus Dengan Nama Ahmad Tidak Ada

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu. Pernyataan tersebut dilatarbelakangi oleh pengakuan dari individu yang mengklaim sebagai perwakilan BEM FTI UBSI dalam sebuah kegiatan konferensi pers yang berlangsung pada Selasa, 16 Juni.

Dalam unggahan di akun Instagram resmi BEM FTI UBSI, mereka menyatakan, “BEM FTI UBSI tidak pernah menghadiri maupun mengirimkan perwakilan pada konferensi pers tersebut.” Hal ini menjelaskan bahwa tidak ada izin yang diberikan kepada pihak mana pun untuk mewakili organisasi tersebut.

Lebih lanjut, BEM FTI UBSI menegaskan bahwa mereka tidak memiliki pengurus, anggota, atau ketua bernama Ahmad, yang disebutkan dalam pemberitaan terkait. Semua pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak yang mengatasnamakan BEM FTI UBSI pada forum tersebut diyakini bukan merupakan suara resmi dari organisasi.

Pernyataan Penolakan Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu

Dalam konferensi pers yang disebutkan sebelumnya, Aliansi Mahasiswa bernama BEM Bersatu menyatakan penolakan terhadap gerakan mahasiswa yang dipengaruhi oleh kepentingan politik praktis. Mereka menekankan bahwa gerakan mahasiswa haruslah menjadi suara rakyat, bukan alat untuk merebut kekuasaan.

Perwakilan BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, selaku Ketua BEM Hukum UIC, menyatakan, “Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.” Hal ini menggambarkan komitmen mereka untuk mempertahankan independensi gerakan mahasiswa dari pengaruh eksternal.

Dalam kesempatan konferensi pers tersebut, BEM Bersatu juga mengeluarkan serangkaian tuntutan yang menjadi fokus mereka dalam menanggapi isu ini. Langkah-langkah yang diambil bertujuan untuk membangun kembali kepercayaan rakyat terhadap gerakan mahasiswa.

Tuntutan BEM Bersatu yang Harus Diperhatikan

BEM Bersatu merumuskan beberapa tuntutan penting dalam pernyataan mereka. Pertama, mereka mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari segala bentuk pendanaan, fasilitas, serta intervensi politik praktis. Tindakan ini dianggap krusial untuk menjaga otoritas dan integritas gerakan mahasiswa.

Selanjutnya, mereka mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel. Ini menunjukkan komitmen mereka untuk menekankan pentingnya kesejahteraan mahasiswa yang tepat dan efektif.

Selain itu, BEM Bersatu juga mendesak pengusutan tuntas terhadap pelaku korupsi tanpa memandang bulu. Mereka mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk mengawasi proses hukum dengan kritis dan objektif, menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran publik.

Daftar Nama Anggota BEM Bersatu yang Hadir dalam Konferensi Pers

Dalam konferensi pers tersebut, beberapa perwakilan BEM dari berbagai universitas turut hadir. Nama-nama yang terlibat dalam forum ini menunjukkan keberagaman dan representasi dari berbagai lembaga pendidikan.

Di antara mereka terdapat Wildan Ricky dari BEM Fakultas Hukum UNISIA, Muhammad Yani dari BEM Fakultas Hukum UIJ, dan Ardi Zulkifly dari Ketua BEM FISIP UNAS. Keterlibatan mereka mencerminkan solidaritas di antara mahasiswa untuk mempertahankan suara dan hak-hak mereka.

Selanjutnya, terdapat pula perwakilan lainnya seperti Rahmat Djimbula dari BEM Hukum UIC dan Dicky dari BEM F.IPS Unindra yang turut menyuarakan kepentingan mahasiswa di konferensi pers tersebut. Keterlibatan berbagai pihak ini menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tetaplah hidup dan relevan dalam konteks saat ini.

Related posts