Dampak BTS pada Ekonomi Korea Selatan Diprediksi Meningkat Pesat di 2040

Dampak ekonomi dari grup K-pop terkenal, Bangtan Sonyeondan (BTS), serta fandom global yang dikenal dengan nama ARMY, diperkirakan akan terus membesar dalam beberapa dekade mendatang. Fenomena ini tidak hanya sekadar hiburan tetapi juga berpotensi menjadi kekuatan ekonomi yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan di masa depan.

Dalam kajian terbaru yang dirilis oleh perusahaan sekuritas asal Korea Selatan, mana dampak fanbase ini memiliki efek jangka panjang yang lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Melihat prediksi menanjak terkait konser-konser mendatang BTS di daerah seperti Busan, banyak yang percaya bahwa kegiatan tersebut akan mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan sangat efisien.

Dalam konteks ini, laporan menyatakan bahwa fenomena fandom ini sebanding dengan apa yang pernah dialami penggemar The Beatles dan Michael Jackson di era Generasi X, hingga fenomena Beyoncé dan Taylor Swift yang menarik perhatian generasi milenial dan Gen Z. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh suatu fandom bisa melintasi waktu dan generasi, menciptakan dampak yang tidak hanya temporer.

Menurut analisis yang dilakukan, dampak ekonomi dari fandom K-pop tidak hanya sekadar terlihat dalam penjualan merchandise, tetapi berkembang jauh lebih dalam. Pengaruh ini diharapkan semakin kuat seiring bertambahnya usia para penggemar, yang akan memasuki tahap di mana daya beli mereka meningkat.

Setelah mereka memasuki usia 30-an hingga 40-an, pola konsumsi yang ditunjukkan oleh penggemar biasanya berpindah dari sekadar belanja musik dan merchandise ke pengeluaran yang lebih besar untuk berbagai produk, seperti kosmetik, makanan, dan fesyen. Proses ini menggambarkan evolusi dari seorang penggemar menjadi konsumen yang lebih beragam.

Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Akibat Fandom BTS

Proyeksi yang ada menyatakan bahwa fandom BTS, jika tidak diintervensi oleh faktor-faktor lain, dapat menyumbang sekitar 0,1 hingga 0,35 poin persentase bagi PDB Korea Selatan pada tahun 2040. Melihat data sebelumnya, sekitar 800 ribu penggemar BTS berkunjung ke Korea Selatan pada tahun 2018, setara dengan 5% dari total 20 juta ARMY yang ada saat itu.

Peningkatan jumlah penggemar, terutama di kalangan generasi muda seperti yang berusia 10-29 tahun di Asia dan Amerika, diyakini akan memberikan pengaruh signifikan terhadap ekonomi. Berdasarkan prinsip yang sama, jika 5% dari sekitar 86,5 juta penggemar mengunjungi Korea Selatan, negara tersebut dapat menerima tambahan 4,3 juta wisatawan per tahun.

Namun, saat ini, mayoritas ARMY global masih terdiri dari remaja dan orang-orang di usia 20-an. Oleh karena itu, daya beli mereka cenderung terbatas. Ketika generasi ini mulai memasuki usia 30-an dan 40-an, perubahan dalam pola belanja dan perjalanan wisata akan sangat mungkin terjadi.

Pemasukan dari sektor pariwisata yang dipicu oleh fandom BTS diperkirakan akan berkisar antara US$3,3 miliar hingga US$13,4 miliar per tahun. Ini menunjukkan potensi yang besar untuk mendongkrak ekonomi domestik Korea Selatan sekaligus menjadi kekuatan baru dalam menghadapi tantangan pertumbuhan ekonomi dan masalah populasi yang menua.

Melihat pola perilaku generasi yang tumbuh dengan budaya populer Jepang, di mana anak-anak mengenal karya-karya seperti Pokémon dan One Piece, akan mengarah pada data wisatawan Korea Selatan yang banyak berkunjung ke Jepang dan memanfaatkan preferensi yang sudah terbentuk. Data menunjukkan kunjungan wisatawan Korea ke Jepang mencapai 9,46 juta orang tahun lalu.

Dampak Jangka Panjang pada Ekonomi Domestik

Pola pembelian yang dihasilkan dari fandom K-pop, khususnya BTS, dapat berfungsi sebagai kekuatan struktural baru bagi ekonomi Korea Selatan. Dengan pertumbuhan yang lambat di berbagai sektor dan tantangan demografis, pengaruh dari konsumsi yang digerakkan oleh fandom ini bisa menjadi salah satu solusi untuk menopang pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam menghadapi banyaknya pergeseran yang terjadi dalam tren konsumsi, dukungan terhadap industri kreatif dan hiburan yang hadir dari fandom dapat memutar roda ekonomi secara lebih aktif. Ketika penggemar menginvestasikan uang dalam wisata dan produk lokal, hal ini membentuk komitmen yang lebih besar terhadap budaya dan ekonomi Korea Selatan.

Sebagai investasi jangka panjang, perkembangan ini bisa menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat merek lokal, dan memicu inovasi dalam sektor-sektor terkait. Para penggemar tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai duta budaya yang memperkenalkan Korea Selatan ke panggung dunia.

Inovasi, pemasaran yang lebih target, dan pengembangan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar global menjadi penting untuk dijalankan. Dengan cara ini, industri K-pop dan fandomnya tidak hanya menciptakan fenomena hiburan, tetapi sekaligus menjadikan diri mereka pendorong utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Melihat ke depan, peran BTS dan ARMY akan semakin penting dalam kancah ekonomi global. Seiring mereka terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman, kekuatan fandom ini akan menjadi salah satu elemen kunci bagi pertumbuhan dan keberlangsungan ekonomi Korea Selatan di masa depan.

Related posts