Kasus yang melibatkan Erin Wartia Trigina, atau akrab disapa Erin, kini mulai menjadi sorotan publik setelah adanya tuduhan terhadapnya. Tuduhan tersebut mencakup penganiayaan, penahanan dokumen penting, serta isu tentang pembayaran gaji asisten rumah tangga yang berinisial H.
Erin memberikan klarifikasi atas tuduhan-tuduhan tersebut, menegaskan bahwa semua yang disampaikan oleh mantan asisten rumah tangganya tidak sesuai dengan fakta yang ada. Dalam penjelasannya, Erin berusaha meyakinkan publik bahwa ia tidak berbuat zalim terhadap siapapun, termasuk dalam hal gaji yang diklaim belum dibayarkan.
Kronologi Kasus yang Mengemuka di Publik
Kasus ini bermula saat H, asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Erin, melaporkan tuduhan penganiayaan kepada pihak berwajib. Dalam laporannya, H mengklaim sering kali dihina dan mengalami kekerasan fisik oleh Erin karena kesalahan kecil.
H mengaku bahwa Erin pernah memukulnya menggunakan gagang sapu dan menggunakan kata-kata kasar. Ia bahkan mengklaim Erin melakukan tindakan yang sangat agresif, termasuk memerintahkan untuk jongkok dan kemudian menendangnya.
Pernyataan H ini ternyata viral di media sosial, mengundang banyak komentar dan perhatian publik. Berita tentang penganiayaan ini lantas menarik perhatian netizen dan membuat masyarakat penasaran untuk mengetahui kebenaran yang terjadi.
Bantahan dan Penjelasan dari Erin
Erin, melalui kuasa hukumnya, menolak semua tuduhan tersebut. Ia mengatakan bahwa bukti-bukti yang dimiliki akan menunjukkan bahwa tidak ada penganiayaan yang terjadi. Erin mengaku memiliki rekaman CCTV yang dapat membuktikan bahwa insiden seperti yang dituduhkan tidak pernah terjadi.
Selain itu, Erin menjelaskan bahwa masalah mengenai gaji tidak seharusnya menjadi polemik, karena H belum bekerja cukup lama untuk mendapatkan pembayaran. Ia menegaskan bahwa dalam perjanjian awal, gaji akan dibayarkan setelah masa kerja tertentu terpenuhi.
Erin menjelaskan lebih lanjut bahwa dokumen penting seperti KTP tidak pernah ditahan, melainkan dikelola sesuai dengan prosedur keamanan di rumahnya. Dia menegaskan kembali bahwa semua tuduhan penahanan adalah salah dan tidak berdasar.
Keterangan dari Pihak Kuasa Hukum
Sunan Kalijaga, selaku pengacara Erin, juga memberikan keterangan terkait tuduhan-tuduhan yang mengemuka. Ia menyatakan bahwa narasi yang dibangun oleh pihak H adalah keliru dan tidak mencerminkan keadaan sebenarnya. Barang-barang yang ditinggalkan oleh H dikarenakan ia pergi tanpa izin, bukan karena sengaja ditahan.
Pihak Erin pun siap membantu jika H ingin mengambil barang-barang yang ketinggalan, dan menyebutkan bahwa jika ada keinginan untuk mengambil, mereka akan memfasilitasi dengan baik.
Melalui pernyataan Sunan, Erin dan timnya berusaha memberi pemahaman kepada publik bahwa proses ini harus berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak ada yang perlu disembunyikan.
