Pembangunan infrastruktur sangat vital bagi pemulihan daerah yang terdampak bencana. Oleh karena itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memimpin peninjauan ke beberapa proyek strategis di Sumatra untuk memastikan bahwa upaya pemulihan berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.
Dalam kesempatan tersebut, Dody menginstruksikan untuk membangun jembatan bailey di Malalak, Kabupaten Agam, sebagai solusi cepat atas putusnya Jembatan Aur Subarang. Dalam kondisi saat ini, aksesibilitas masyarakat sangat terganggu, dan hal ini berpotensi menghambat aktivitas logistik yang krusial.
Satu jembatan bailey telah rampung dibangun, sementara satu jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan. Dody menegaskan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam pembangunan untuk mencegah dampak lebih lanjut bagi masyarakat terdampak bencana.
Strategi Pembangunan Infrastruktur untuk Masyarakat Terdampak Bencana
Dody menjelaskan bahwa saat pertama kali meninjau lokasi, jembatan sudah dalam kondisi rusak. Rencana awal adalah membangun jembatan permanen, tetapi dengan melihat langsung kesulitan yang dihadapi masyarakat, ia meminta pembangunan jembatan bailey dilakukan dengan segera sebagai solusi sementara.
Pembangunan jembatan permanen tentu memerlukan kajian teknis yang lebih mendalam. Lokasi yang ada memiliki tantangan tersendiri seperti keterbatasan lahan serta kedekatannya dengan kawasan cagar budaya, sehingga desain yang tepat harus diperhatikan untuk keamanan dan efektivitas.
Selain itu, kondisi alam seperti potensi longsor juga harus diperhitungkan dalam perancangan. Dody mengindikasikan bahwa pihaknya masih memperhitungkan desain yang terbaik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pentingnya Ketersediaan Air Bersih dan Sarana Ibadah
Mendekati bulan Ramadan yang akan datang, Dody mengungkapkan bahwa fokus pemerintah adalah memastikan kelancaran arus logistik dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, termasuk akses terhadap air bersih dan sarana ibadah. Ia mengingatkan pentingnya jembatan untuk memastikan akses masyarakat tidak terputus, terutama saat bulan suci.
Menurutnya, kehadiran jembatan bailey merupakan langkah proaktif untuk mengurangi risiko bagi masyarakat yang berusaha menyeberangi sungai dalam kondisi berbahaya. Dody merasa penting untuk menyediakan akses yang aman bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan.
Dalam upaya ini, Dody juga mendorong pelaksanaan program padat karya yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat terdampak. Program ini diharapkan dapat melibatkan langsung masyarakat dalam perbaikan infrastruktur yang diperlukan.
Perbaikan Infrastruktur Pertanian dan Irigasi
Dalam sektor pertanian, Dody menyatakan bahwa upaya perbaikan jaringan irigasi menjadi prioritas. Pasca-bencana, endapan lumpur justru dapat memberikan keuntungan bagi lahan pertanian, karena dapat berfungsi sebagai humus yang menambah kesuburan.
Dody memastikan bahwa di beberapa lokasi, musim tanam sudah dimulai kembali. Penanganan irigasi juga akan dipercepat untuk mendukung para petani, dengan fokus pada daerah-daerah di mana petani telah mulai bertani kembali.
Pemerintahan berkomitmen untuk menggunakan sumber daya yang ada untuk mendukung pemulihan pertanian dan memastikan bahwa infrastruktur pendukungnya tersedia. Hal ini penting untuk memastikan ketahanan pangan di wilayah yang terdampak bencana.
Pembangunan Jalan Alternatif di Lembah Anai
Pembangunan infrastruktur di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, menjadi sorotan dalam peninjauan yang dilakukan oleh Dody. Wilayah ini dikenal sebagai daerah rawan bencana, dan sebelumnya, banyak infrastruktur yang terputus, terutama jalan nasional yang menghubungkan Padang-Bukittinggi.
Menindaklanjuti hal ini, Dody mengungkapkan bahwa Presiden telah menginstruksikan pembangunan jalan alternatif sebagai langkah antisipatif. Dalam hal ini, jalan tol penghubung Sicincin-Bukittinggi akan dibangun sebagai jalur alternatif yang strategis saat Lembah Anai mengalami bencana.
Kementerian PU berfokus pada pengoperasian jalan yang masih terbatas saat ini dan berencana untuk membuka jalur tersebut 24 jam setelah perbaikan mencapai titik tertentu. Dengan pendekatan ini, Dody berharap dapat meminimalisir gangguan selama bulan Ramadan yang identik dengan peningkatan arus transportasi.
