Billie Eilish baru-baru ini menjadi sorotan setelah pidato kontroversial yang disampaikannya saat acara Grammy Awards 2026. Dalam pidato tersebut, ia berbicara mengenai sejarah penindasan warga suku asli Amerika dan penggunaan tanah yang dicuri, yang langsung menuai beragam tanggapan dari publik.
Pidato ini ia sampaikan setelah meraih penghargaan Song of the Year untuk lagu “Wildflower” di acara penganugerahan tersebut. Momen itu menjadi semakin menarik ketika netizen mulai mengkritik pernyataan Eilish yang dianggap sebagai blunder.
Kontroversi Pidato Billie Eilish di Grammy Awards 2026
Pernyataan Billie Eilish di panggung Grammy menjadi titik awal berbagai reaksi di media sosial. Ia mengungkapkan rasa terhormatnya berada di antara para seniman, tetapi menegaskan bahwa tidak ada orang yang seharusnya dianggap ilegal di tanah yang telah dicuri. Hal ini dianggap oleh banyak orang sebagai pernyataan yang sangat provokatif.
Netizen segera merespons dengan skeptisisme, menyoroti bahwa Eilish dan saudaranya, Finneas, memiliki properti pribadi. Kritikan lebih lanjut menyentuh pada ironi bahwa kutipan Eilish bisa diartikan bahwa siapa saja boleh tinggal di rumah mereka karena dianggap sebagai “tanah curian.”
Komentar dari netizen semakin tajam ketika mereka mempertanyakan apakah Eilish siap menghadapi konsekuensi dari pernyataannya. Banyak yang menyarankan agar ia menyerahkan rumahnya kepada suku asli yang telah diusir dari tanah mereka.
Kritik Pedas dari Berbagai Pihak
Sejumlah tokoh publik juga ikut memberikan komentar atas pernyataan Eilish. Salah satu komentar datang dari jurnalis Inggris yang menganggap Eilish sebagai “idiot” jika ia benar-benar serius. Mereka menunjukkan bahwa aksi yang dilakukan Eilish, meskipun simbolis, terkesan hanya dijadikan alat untuk menarik perhatian tanpa ada tindakan nyata di baliknya.
Tanggapan yang lebih tajam datang dari komentator politik yang menganggap Eilish tidak memahami betul kompleksitas masalah tanah dan kepemilikan. Pandangan mereka menyoroti kesenjangan antara aksi aktivisme dan kehidupan sehari-hari yang dijalani para selebritas.
Di sisi lain, penggemar Billie Eilish tetap menunjukkan dukungan kepada artis favorit mereka. Mereka berargumentasi bahwa niat Eilish adalah untuk mengangkat diskusi mengenai isu-isu yang penting dan bahwa setiap orang harus berani berbicara tentang ketidakadilan.
Sejarah dan Latar Belakang Aksi Eilish
Pernyataan Eilish di Grammy Awards bukan tanpa konteks. Sebelumnya, ia terlihat mengenakan pin bertuliskan “ICE Out” sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan yang menentang kebijakan imigrasi di Amerika Serikat. Gerakan ini mengisyaratkan solidaritas dari sejumlah musisi dalam menghadapi isu-isu yang melibatkan hak asasi manusia.
Aksi ini muncul setelah serangkaian insiden yang melibatkan tindak kekerasan dalam operasi penertiban imigran di AS. Beberapa insiden ini telah menjadi sorotan publik, termasuk kasus penembakan seorang perawat yang mengakibatkan kematian. Kejadian-kejadian inilah yang mendorong Eilish untuk bersuara di panggung Grammy.
Lebih dari sekadar pernyataan, penampilan Eilish mencerminkan keprihatinan sejumlah seniman mengenai kondisi sosial dan politik saat ini. Ini menunjukkan bahwa banyak musisi merasa memiliki tanggung jawab untuk berbicara atas nama mereka yang terpinggirkan.
