Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini berupaya meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai objek wisata alam sebagai upaya pencegahan terhadap dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Langkah strategis ini diambil untuk menjamin keselamatan pengunjung serta menjaga kelangsungan industri pariwisata di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, menyatakan bahwa beberapa lokasi wisata yang menjadi perhatian utama adalah Gunung Bromo, Kawah Ijen, Air Terjun Tumpak Sewu, serta lokasi-lokasi yang menawarkan kegiatan arung jeram. Upaya pengawasan ini dipastikan melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
“Wisata minat khusus seperti Bromo, Tumpak Sewu, dan Ijen perlu mendapat kewaspadaan lebih,” ungkap Evy. Hal ini diungkapkan pada konferensi pers yang diadakan pada Jumat (30/1), di mana pengawasan di titik-titik menarik ini jadi prioritas.
Pentingnya Sistem Peringatan Dini dalam Pariwisata
Pemprov Jatim telah mengimplementasikan sistem peringatan dini (early warning system) di sejumlah destinasi wisata yang berpotensi mengalami bencana, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai. Sistem ini diharapkan dapat memberikan informasi yang cepat dan akurat mengenai potensi bahaya cuaca ekstrem.
“Beberapa lokasi sudah terkoneksi dengan sistem peringatan dini untuk menjaga keselamatan pengunjung,” jelas Evy. Selain itu, modifikasi cuaca juga menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi di kawasan wisata.
Kesiapsiagaan yang tinggi dalam menghadapi bencana sangat penting dalam menjaga reputasi pariwisata di daerah ini. Lewat upaya ini, diharapkan wisatawan merasa lebih aman saat berkunjung ke Jawa Timur.
Melihat Status Operasional Destinasi Wisata Populer
Beberapa objek wisata di Jawa Timur sedang menjalani penutupan sementara guna menjaga keselamatan pengunjung. Salah satunya adalah Gunung Semeru yang masih ditutup total untuk aktivitas wisata hingga waktu yang belum ditentukan.
Dari sekian banyak lokasi, Kawah Ijen tetap dibuka untuk wisatawan. Namun, akses untuk melihat fenomena blue fire saat ini dialihkan sementara karena adanya perbaikan infrastruktur yang sedang berlangsung. Revitalisasi pipa menjadi salah satu prioritas di kawasan ini.
Evy menambahkan bahwa penguatan regulasi juga tengah diupayakan, dengan rencana menerbitkan surat edaran khusus untuk pengelolaan keamanan di Ijen. Mengingat bahwa tempat ini sangat diminati oleh wisatawan mancanegara, langkah ini dianggap sangat penting.
Data Pariwisata Jawa Timur dan Tantangan Cuaca
Meskipun dihadapkan pada tantangan terkait cuaca ekstrem, pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Jawa Timur menunjukkan tren yang sangat positif. Selama tahun 2025, diperkirakan sekitar 494 ribu wisatawan mancanegara berkunjung ke daerah ini, meningkat 47,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara diperkirakan mencapai 84 juta. Peningkatan ini diharapkan bisa menjadi penanda kekuatan pariwisata Jawa Timur dalam menghadapi segala tantangan.
Dukungan terhadap pariwisata yang sehat dan aman di wilayah ini merupakan hasil dari perbaikan fasilitas dan akses transportasi yang dilakukan sejak kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Kesigapan dalam manajemen bencana juga menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.
