Kebakaran pada bulan Januari 2023 mengejutkan warga di Jalan Teratai XIV, Tanjung Barat, kecamatan Jagakarsa. Insiden tragis ini merengut nyawa seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun, yang ditemukan di dalam rumah yang terbakar.
Menurut keterangan yang dikumpulkan, kebakaran mulai terjadi pada pagi hari dan dilaporkan segera oleh warga setempat. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan sebanyak 18 unit beserta 112 personel untuk memadamkan api yang berkobar.
Asril Rizal, Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa api pertama kali terlihat oleh seorang koordinator kebersihan di sekitar lokasi. Asap tebal yang membumbung tinggi menandakan bahwa kebakaran sudah cukup parah saat pertama kali dilihat.
Proses Penanganan Kebakaran yang Efisien
Setelah mendapatkan laporan, petugas segera merespons dan tiba di lokasi pada pukul 09.41 WIB. Mereka mulai melakukan pemadaman dan berusaha menghentikan laju api agar tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.
Pada pukul 09.48 WIB, proses pemadaman dimulai secara resmi. Tim pemadam kebakaran bekerja keras untuk mengendalikan situasi dan mengurangi risiko yang lebih besar.
Beberapa menit kemudian, api berhasil dilokalisir pada pukul 10.00 WIB. Pemadaman total dinyatakan selesai pada pukul 10.55 WIB, tetapi momen kritis tersebut mengakhiri hidup seorang warga.
Kronologi Penemuan Korban dalam Kebakaran
Setelah api berhasil dipadamkan, tim penyelamat melakukan pencarian untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tersisa. Dalam pencarian tersebut, mereka menemukan satu korban jiwa di dalam rumah.
Korban bernama Beti, ditemukan di kamar mandi garasi rumah dengan kondisi yang tragis. Ia dinyatakan meninggal dunia, yang menambah duka bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Asril menjelaskan bahwa korban ditemukan tidak dalam keadaan berusaha melarikan diri, yang menunjukkan betapa cepatnya api menyebar. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat tentang kewaspadaan terhadap kebakaran.
Dampak Sosial dan Emosional dari Insiden Kebakaran
Peristiwa kebakaran ini tidak hanya membawa dampak fisik, tetapi juga menciptakan trauma mendalam bagi warga setempat. Banyak yang merasa kehilangan dan khawatir akan keselamatan rumah mereka.
Selain itu, kejadian ini menciptakan kesadaran akan pentingnya alat pemadam api dan pelatihan penanganan kebakaran bagi masyarakat. Ketidaksiapan dapat mengakibatkan situasi yang lebih buruk jika kebakaran terjadi di lingkungan padat penduduk.
Pihak berwenang mungkin perlu memperhatikan pengadaan pelatihan dan sosialisasi agar masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat semacam ini. Hal ini juga akan berkontribusi dalam meningkatkan rasa aman di lingkungan sekitar.
