Pemerintah Malaysia sedang merumuskan program insentif yang menarik bagi pemilik kendaraan tua. Melalui skema ini, pemilik mobil berusia lebih dari 20 tahun akan mendapatkan bantuan sebesar RM4.000 (sekitar Rp 17 juta) untuk memensiunkan kendaraan mereka.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung sekitar 5.000 pemilik mobil yang saat ini memiliki kendaraaan yang tidak lagi layak di jalan. Dengan adanya dukungan finansial ini, banyak orang akan lebih terdorong untuk mengganti kendaraan lama mereka dengan yang lebih baru dan efisien.
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, memaparkan bahwa program ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi jalan dan mengurangi kemacetan. Mobil berusia tua cenderung tidak memenuhi standar keselamatan modern, sehingga langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Rincian Program Insentif dan Tujuannya yang Terencana
Loke menjelaskan bahwa setiap penerima yang memenuhi syarat akan menerima hibah pendamping maksimal RM2.000. Program ini dimaksudkan untuk mempercepat proses penggantian kendaraan lama dengan kendaraan baru yang lebih ramah lingkungan.
Jumlah kendaraan baru yang terjual tahun lalu mencapai rekor 820.000 unit. Ini menunjukkan adanya peluang besar untuk memperbaharui armada kendaraan di jalan raya dan secara bersamaan mengurangi jumlah kendaraan tua yang tidak aktif.
Dengan inisiatif ini, pemerintah berharap akan tercipta ekosistem transportasi yang lebih aman dan efisien. Hal ini menjadi semakin penting mengingat pertumbuhan populasi dan kendaraan di Malaysia yang terus meningkat.
Manfaat Bagi Pemilik Kendaraan dan Lingkungan
Pemilik kendaraan yang terdaftar dalam program ini diharapkan dapat menikmati manfaat finansial dan meningkatkan rasa aman saat berkendara. Mobil tua sering kali tidak dilengkapi dengan fitur keselamatan yang memadai, sehingga penggantian kendaraan dapat mengurangi risiko kecelakaan.
Program ini juga berkontribusi positif terhadap lingkungan. Dengan meminimalkan jumlah kendaraan tua yang beroperasi, emisi gas buang serta polusi udara dapat ditekan secara signifikan.
Loke menegaskan bahwa skema ini berfokus pada kendaraan yang kurang dimanfaatkan dan memiliki nilai jual yang rendah. Pemilik mobil yang telah terparkir lama di pinggir jalan menjadi target utama program ini, sehingga dapat memperbaiki tampilan perkotaan yang lebih rapi.
Proses Pendaftaran dan Pemusnahan Kendaraan
Untuk program ini, pemilik harus mendaftarkan kendaraannya melalui sistem e-DeREG online dari Departemen Perhubungan Darat (JPJ). Proses ini dirancang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program.
Kendaraan yang disetujui akan dihancurkan di Fasilitas Pengolahan Otomotif Resmi (AATF) yang telah berlisensi. Langkah ini diambil untuk mencegah pengembalian kendaraan yang telah dipensiunkan ke jalan raya secara ilegal.
Data dari JPJ menunjukkan bahwa pada Desember 2025, terdapat hampir 19,7 juta mobil terdaftar di Malaysia, dengan lebih dari empat juta di antaranya memiliki pajak jalan yang tidak aktif selama tiga tahun atau lebih. Hal ini menunjukkan urgensi program semacam ini.
