Ketiadaan nama Ariana Grande dan Cynthia Erivo pada daftar nominasi Oscar 2026 telah menarik perhatian banyak orang. Pengumuman tersebut mengejutkan, mengingat bahwa mereka sebelumnya dianggap sebagai kandidat potensial berkat penampilan mereka dalam film Wicked (2024).
Masalah ini semakin menarik ketika diketahui bahwa seorang juri nominasi mengakui memilih untuk tidak memasukkan nama keduanya dalam daftar, terkait dengan ketidaknyamanan yang dirasakan akibat hubungan mereka. Hal ini memunculkan spekulasi baru di kalangan penggemar dan pengamat film.
Selama promosi film Wicked di tahun-tahun sebelumnya, Ariana Grande dan Cynthia Erivo terlihat sangat akrab, bahkan kedekatan mereka menjadi sorotan. Namun, setelah film Wicked: For Good dirilis pada November 2025, pandangan publik terhadap keduanya berubah.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah chemistry yang terlihat di layar mampu menyelamatkan mereka dari berbagai kritik. Dengan kinerja yang dianggap tidak optimal dalam film terbaru, banyak yang mulai meragukan kelayakan mereka untuk mendapat penghargaan.
Masalah di Balik Ketidakhadiran Nominasi di Oscar 2026
Seorang juri nominasi Oscar mengungkapkan bahwa pilihan untuk tidak memasukkan Grande dan Erivo berkaitan dengan kenyamanan sejauh penampilan publik keduanya. Dia menyebutkan bahwa dinamika antara mereka selama promosi film menciptakan ketegangan.
Chemistry mereka yang kuat di layar tidak otomatis berdampak positif pada persepsi publik. Alih-alih mendapatkan pujian, kedekatan mereka justru memicu kritik yang menyatakan bahwa mereka terlihat berlebihan dalam upaya mereka untuk menunjukkan keakraban.
Dalam sebuah wawancara anonim, juri tersebut menyatakan, “Filmnya tidak terlalu bagus. Keduanya memiliki chemistry yang luar biasa di layar, tetapi sebagian besar film dihabiskan terpisah.” Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketertarikan, hasil akhir dari film tidak memenuhi ekspektasi.
Bahkan, promosi yang dilakukan terlihat ganjil dan mengundang tanda tanya dari banyak orang. Juri tersebut menyatakan, “Mereka tampak seperti sedang melakukan cosplay.” Ini menunjukkan bahwa upaya untuk terlihat otentik bahkan bisa berdampak negatif pada citra mereka.
Reaksi Publik terhadap Film Wicked: For Good
Film Wicked: For Good telah mendapatkan berbagai reaksi yang beragam setelah peluncurannya. Para kritikus menyebutkan bahwa tayangan tersebut tidak sebagus bagian pertamanya, Wicked (2024), yang berhasil mendapatkan 10 nominasi Oscar pada tahun lalu.
Pada saat yang sama, Wicked: For Good ternyata tidak berhasil meraih nominasi sama sekali pada Oscar 2026. Meskipun sebelumnya difavoritkan, film ini mengecewakan banyak penggemar yang berharap untuk melihat aksi kembali dari dua aktris berbakat ini.
Sementara itu, film Sinners menjadi sorotan dengan raihan nominasi terbanyak, baik dalam kategori utama maupun teknis. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya di mana letak kesalahan Wicked: For Good yang pada akhirnya harus terlempar dari daftar nominasi.
Film sebelumnya, Wicked (2024), berhasil mendapatkan penghargaan di kategori Best Costume Design dan Best Production Design, namun sepertinya nasib tidak berpihak pada film keduanya. Meskipun mendapatkan nominasi Golden Globe, fakta bahwa tidak membawa pulang penghargaan apa pun menjadi pukulan bagi produksi.
Perspektif Akademi Film dalam Menilai Nominasi
The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) baru saja merilis daftar lengkap nominasi Oscar 2026. Dalam pengumuman tersebut, Danielle Brooks dan Lewis Pullman bertugas menyampaikan berita yang cukup mengejutkan.
Dengan banyaknya aksi dan drama yang menyelubungi proses nominasi, pertanyaan yang lebih besar muncul tentang bagaimana para juri menilai penampilan dan karya seni di dunia perfilman. Sepertinya beberapa aspek non-teknis mempengaruhi keputusan para juri.
Hal ini semakin mempertegas pandangan bahwa hubungan pribadi dan interaksi sosial antara calon nominator dapat memengaruhi cara mereka dinilai. Ketidaknyamanan yang dirasakan oleh satu juri bisa jadi menciptakan bias yang tidak diinginkan dalam keputusan akhir.
Mempertimbangkan hal-hal ini, penting untuk melihat bagaimana industri film beroperasi dan apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk mendapatkan pengakuan di panggung yang lebih besar. Ini bukan hanya soal bakat, tetapi juga bagaimana cara seseorang berinteraksi di luar layar.
