Jet Li, aktor legendaris yang dikenal sebagai raja film laga, akan kembali ke layar lebar setelah masa hiatus yang cukup lama. Dalam film terbarunya berjudul Blades of the Guardians, dia akan menunjukkan keahlian bertarungnya yang mengagumkan lebih dari lima tahun setelah film terakhirnya.
Film ini dijadwalkan tayang di China pada Februari 2026, menandai momen penting bagi karier Li, terutama setelah menghadapi sejumlah masalah kesehatan dan cedera fisik yang membuatnya jarang tampil di depan publik.
Kembalinya Jet Li ini dipastikan dengan dirilisnya poster film dan berbagai berita dari media lokal yang antusias menyambut proyek tersebut. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan sinergi antara generasi aktor, mengingat sejumlah bintang lainnya juga akan turut berperan dalam film ini.
Dalam Blades of the Guardians, Li akan beradu akting dengan aktor-aktor terkenal seperti Wu Jing dan Nicholas Tse, yang masing-masing memiliki pengalaman luas di industri film. Kedua aktor tersebut juga dikenal dengan film-film laga yang sukses dan aksi yang menawan.
Antusiasme Fans dan Prediksi Kesuksesan Film
Industri film di China sangat optimis terhadap potensi box office Blades of the Guardians. Banyak analis yang memperkirakan pendapatan film ini bisa mencapai angka fantastis hingga 10 miliar yuan, yang setara dengan sekitar Rp21,7 triliun.
Antusiasme yang tinggi dari penggemar pun menjadi faktor pendorong dalam proyeksi tersebut. Sudah lama mereka menantikan kehadiran Jet Li di layar lebar, sehingga kemunculan film ini diharapkan mampu memenuhi harapan tersebut.
Pada tahun 2020, Jet Li terakhir kali tampil dalam film live-action Mulan sebagai The Emperor. Dalam film itu, perannya tidak banyak melibatkan adegan laga, lebih menonjolkan karisma seorang pemimpin.
Blades of the Guardians terinspirasi dari manhua populer Tiongkok berjudul Biao Ren. Cerita dalam film ini berfokus pada kehidupan para pengawal bayaran elite yang hidup di tengah kekuasaan Kaisar Yang Guang dari Dinasti Sui.
Sinopsis dan Tema Cerita Film Blades of the Guardians
Di dalam film ini, cerita berpusat pada seorang pengawal yang terjebak dalam konspirasi besar. Dia harus menjalani perjalanan berbahaya bersama putranya yang masih kecil, yang akan menjadi kunci dalam perubahan jalan sejarah.
Konflik yang dihadapi tidak hanya berupa pertarungan fisik, tetapi juga melibatkan intrik dan strategi politik. Tema keluarga dan pengorbanan menjadi elemen penting dalam narasi ini.
Film ini selaras dengan ciri khas karya sutradara Yuen Woo-ping, yang dikenal sebagai maestro dalam choreografi aksi. Karya-karyanya sebelumnya, seperti Crouching Tiger, Hidden Dragon dan Fearless, telah membuatnya mendapatkan banyak penghargaan.
Selain Jet Li, aktor-aktor lain yang membintangi film ini juga memiliki reputasi yang tidak kalah menarik, seperti Yu Rongguang dan Tony Leung Ka-fai. Kehadiran mereka akan memperkaya kualitas dan daya tarik film ini.
Peran Sutradara Dalam Kualitas Film
Sutradara Yuen Woo-ping memiliki pengalaman luas dalam dunia perfilman, terutama dalam genre laga. Dia berhasil menciptakan adegan-adegan pertarungan yang memukau dan penuh intensitas.
Di film ini, Woo-ping diharapkan dapat menghadirkan permainan visual yang menarik, serta menonjolkan keahlian aktor-aktornya. Penggabungan antara cerita yang mendalam dan aksi yang spektakuler akan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Selain itu, pengalamannya sebagai koreografer juga akan sangat berharga dalam menentukan kualitas visual film. Setiap gerakan dan pertarungan diharapkan mampu memberikan pengalaman sinematik yang mendebarkan.
Dengan keterlibatan sutradara berpengalaman seperti Woo-ping, harapan akan film ini semakin meningkat. Banyak orang percaya bahwa kombinasi kuat antara cerita, karakter, dan visual akan menciptakan sebuah karya yang tak terlupakan.
Belum ada informasi resmi mengenai jadwal penayangan Blades of the Guardians di Indonesia. Namun, banyak pihak menantikan dengan antusias kapan film ini bisa hadir di bioskop.
