Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya baru-baru ini mengalihkan sejumlah jalur kendaraan di Tol Sedyatmo akibat banjir yang melanda daerah tersebut. Kejadian ini mengakibatkan kesulitan bagi banyak pengguna jalan, terutama yang ingin menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Satuan Patroli Jalan Raya, AKBP Dhanar Dono, terdapat dua titik banjir di Tol Sedyatmo yang mempengaruhi arus lalu lintas. Penanganan cepat diperlukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh kondisi jalan yang terendam.
Dhanar juga menjelaskan bahwa ketinggian air di Gerbang Tol (GT) Pluit 3 mencapai 30-40 sentimeter dan exit Rawa Bokor atau Tegal Alur terpantau dengan ketinggian sekitar 10-15 sentimeter. Hal ini membuat pihaknya segera melakukan pengalihan jalur serta penanganan untuk meminimalisir kemacetan.
Upaya Penanganan Banjir dan Arus Lalu Lintas
Sebagai respons terhadap situasi ini, pihak pengelola jalan tol, yaitu Jasa Marga, telah mengerahkan tujuh unit pompa air untuk mempercepat penyedotan banjir di lokasi yang terdampak. Pompa-pompa tersebut mulai dioperasikan sejak pagi hari dan diharapkan dapat mengurangi genangan air dengan cepat.
Jasa Marga juga menempatkan satu pompa portabel tambahan di akses Rawa Bokor untuk semakin mempercepat proses penanganan. Dengan upaya ini, mereka berharap kondisi jalan dapat segera pulih dan lalu lintas kembali lancar.
Pihak kepolisian juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lokasi. Keberadaan petugas di lapangan adalah untuk membantu arus lalu lintas dan mengamankan keselamatan pengendara yang melintas.
Pentingnya Memperhatikan Jadwal Perjalanan
Dhanar menekankan pentingnya bagi setiap pengguna jalan untuk memperhatikan jadwal penerbangan mereka, terutama bagi yang memiliki kepentingan mendesak. Dia menyarankan untuk menggunakan akses alternatif seperti JORR 2 atau mempertimbangkan moda transportasi umum lainnya.
Alternatif ini dianggap lebih efisien, mengingat kondisi jalur menuju bandara mengalami keterlambatan. Pelayanan transportasi umum masih tersedia dan dapat menjadi solusi bagi yang ingin menghindari kemacetan di jalur darat.
Lebih jauh, Dhanar juga mengingatkan agar pengguna jalan memeriksa informasi terkini mengenai kondisi jalan sebelum berangkat, agar dapat memilih rute yang tepat dan menghindari area yang terendam banjir.
Potensi Masalah Keamanan dan Kesehatan
Banjir tidak hanya memengaruhi lalu lintas, tetapi juga dapat menyebabkan masalah keamanan dan kesehatan. Genangan air yang berkepanjangan dapat menjadi tempat berkembang biaknya berbagai penyakit, serta meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Pihak berwenang perlu mengambil langkah-langkah pencegahan tambahan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di sekitar area terdampak. Penyuluhan tentang potensi risiko kesehatan akibat banjir hendaknya disampaikan secara aktif kepada warga.
Penting juga untuk memonitor kondisi lingkungan setelah banjir surut, agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar dalam jangka panjang. Kesigapan dalam penanganan situasi ini sangat diperlukan.
