Polisi Temukan 100 Tengkorak dalam Penjarahan Kuburan

Baru-baru ini, aparat kepolisian di Amerika Serikat mengguncang publik dengan penemuan yang mengejutkan. Mereka berhasil mengungkap praktik penjarahan kuburan yang dilakukan di daerah Pennsylvania, di mana sekitar 100 tengkorak manusia dan bagian tubuh lainnya ditemukan di sebuah rumah.

Kejadian ini terkuak setelah polisi menemukan tulang dan tengkorak yang diletakkan di kursi belakang sebuah mobil dekat pemakaman terbengkalai. Dari situ, penyelidikan pun dilakukan, mengarahkan mereka kepada seorang pria bernama Jonathan Christ Gerlach, yang didakwa terlibat dalam pencurian jenazah di pemakaman tersebut.

Kronologi Penemuan Kasus Penjarahan Kuburan di Pennsylvania

Penyelidikan dimulai setelah laporan tentang pembobolan makam di Pemakaman Mount Moriah. Polisi dalam waktu satu bulan berhasil mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi Gerlach sebagai pelaku utama dalam serangkaian penjarahan ini.

Pemakaman Mount Moriah sendiri memiliki sejarah panjang dan menjadi salah satu situs bersejarah dengan banyak makam yang terabaikan. Dengan sekitar 150.000 makam, pemakaman ini menjadi tempat yang menarik bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal.

Sejak awal bulan November, setidaknya 26 situs makam dan ruang bawah tanah di area tersebut mengalami pembobolan. Pengrusakan memang jadi sorotan utama, di mana banyak ruang makam dibuka paksa untuk mengambil sisa-sisa jenazah yang berharga.

Temuan Mengejutkan dalam Penyelidikan Polisi

Ketika polisi melakukan penggeledahan di rumah Gerlach, temuan yang didapat sangat mengejutkan. Penyelidik menemukan lebih dari 100 tengkorak, tulang panjang, serta bagian tubuh yang telah termumifikasi.

Bahkan, ada dua torso dalam keadaan membusuk dan berbagai artefak dari makam seperti perhiasan ditemukan di lokasi tersebut. Alat pacu jantung yang masih menempel pada sisa jenazah menjadi bukti mengerikan yang mengungkap praktik tidak manusiawi yang dilakukan Gerlach.

Jaksa Wilayah Delaware County, Tanner Rouse, menggambarkan kondisi mayat-mayat tersebut beragam dan sangat memprihatinkan. Ada sisa-sisa jenazah yang teratur, sementara yang lain hanya dibiarkan begitu saja di rak.

Penangkapan dan Proses Hukum Terhadap Pelaku

Gerlach ditangkap saat ia kembali ke mobilnya dengan membawa alat berupa linggis. Dalam penggeledahan berikutnya, polisi juga menemukan karung goni yang berisi sisa-sisa jenazah anak-anak dan tengkorak lainnya.

Dalam pernyataannya kepada penyidik, Gerlach mengaku telah mencuri sekitar 30 set jenazah dan menunjukkan lokasi makam yang telah dibobol. Hal ini mengejutkan banyak pihak karena pelanggarannya yang sangat serius.

Atas perbuatannya, Gerlach harus menghadapi 100 tuduhan, termasuk penyalahgunaan jenazah dan menerima barang curian, serta banyak dakwaan lain yang berkaitan dengan perusakan situs bersejarah.

Upaya Mengidentifikasi Korban dan Pemulihan Jenazah

Pihak berwenang kini berusaha keras untuk mengintrospeksi motif di balik tindakan brutal Gerlach ini. Penyelidikan meluas untuk mengidentifikasi semua korban yang jenazahnya dicuri agar mereka dapat dipulangkan ke tempat peristirahatan yang layak.

Sidang hukum berikutnya pun akan menentukan masa depan Gerlach, yang kini ditahan dengan jaminan sebesar satu juta dolar. Beberapa pihak juga menyoroti pentingnya pemeliharaan makam bersejarah agar aktivitas penjarahan seperti ini tidak terulang di masa mendatang.

Praktik penjarahan kuburan tidak hanya menyentuh aspek hukum, tetapi juga menyinggung rasa kemanusiaan dan penghormatan terhadap arwah yang telah meninggal. Publik terus menunggu informasi lebih lanjut mengenai kasus ini dan bagaimana pihak berwenang akan menangani dampaknya terhadap komunitas.

Related posts