Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini mengungkap perkembangan proses identifikasi jenazah korban tenggelamnya kapal wisata. Proses tersebut telah selesai, dan pihaknya memastikan bahwa jenazah yang ditemukan pada hari Minggu pagi adalah Fernando Martin Carreras, pelatih tim bola wanita Valencia asal Spanyol.
Identifikasi dilakukan setelah mencocokkan data ante mortem dan post mortem. Kesesuaian yang ditemukan meliputi jenis kelamin, tinggi badan, serta ciri khas seperti tato dan aksesori pribadi, termasuk jam tangan.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menyatakan bahwa seluruh temuan telah dikonfirmasi oleh keluarga korban. Tim DVI Biddokkes Polda NTT melakukan identifikasi ini dengan sangat hati-hati, mengedepankan prinsip ilmiah dan kemanusiaan.
Proses Identifikasi Korban Kapal Tenggelam yang Cermat dan Teliti
Dalam proses identifikasi, tim mencocokkan data ante mortem yang diperoleh dari keluarga dan kedutaan dengan data post mortem yang dihasilkan dari pemeriksaan medis forensik. Kondisi jenazah yang sulit diidentifikasi secara langsung memaksa tim untuk mengandalkan metode lain.
Meskipun informasi primer seperti sidik jari tidak bisa digunakan secara optimal, sejumlah data sekunder masih berhasil diperoleh. Data fisik dan properti yang melekat pada korban menjadi penentu dalam memastikan identitas.
Kombinasi informasi ini mengikuti standar DVI Interpol, yang mengharuskan adanya kecocokan dari dua atau lebih sumber data sekunder yang kuat untuk dapat mengkonfirmasi identitas seorang korban.
Henry juga menjelaskan bahwa saat ini jenazah korban telah berada di fasilitas kesehatan di Labuan Bajo. Proses pemulangan ke negara asal akan dilakukan setelah semua aspek koordinasi dengan keluarga dan kedutaan dilaksanakan dengan baik.
Tindakan Tim SAR dalam Misi Pencarian Korban yang Hilang
Tim SAR gabungan menemukan jenazah pertama pada pukul 08.47 WITA, setelah melakukan penyisiran di sekitar selat Padar. Operasi pencarian ini mencakup berbagai pihak, termasuk Ditpolairud Polda NTT yang menggunakan kapal khusus untuk memudahkan proses pencarian.
Lokasi penemuan jenazah tersebut berada sekitar dua kilometer dari titik diduga tenggelamnya kapal KM. Putri Sakina. Dengan ditemukannya satu jenazah di hari kesepuluh pencarian, kini tersisa dua korban yang masih dinyatakan hilang.
Kedua korban yang hilang merupakan warga negara asing asal Spanyol, yang masih terus dicari di perairan sekitar Pulau Padar. Operasi pencarian ini diperpanjang selama tiga hari hingga Rabu mendatang.
Tindakan tim dalam pencarian sudah melibatkan berbagai alat canggih, seperti sonar dan drone bawah air, yang dirancang untuk kemudahan identifikasi lokasi di bawah permukaan laut.
Tragedi Kapal Wisata yang Menggugah Rasa Empati
Kapal wisata KM. Putri Sakina tenggelam pada malam hari, mengangkut sebelas orang penumpang yang terdiri dari empat orang anak buah kapal dan tujuh penumpang, enam di antaranya warga negara asing. Peristiwa ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk otoritas lokal dan nasional.
Setelah tenggelam, tim gabungan segera melakukan evakuasi terhadap tujuh korban selamat. Namun, empat orang lainnya dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama pencarian, menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh tim SAR.
Evakuasi yang dilakukan dengan cepat menjadi hal yang krusial, mengingat kondisi cuaca dan arus laut yang bisa saja memburuk. Respons yang cepat dari semua pihak menunjukkan solidaritas dan upaya untuk menyelamatkan nyawa dalam situasi kritis.
Rumor dan simpati dari masyarakat setempat serta netizen juga meningkat, menunjukkan kepedulian terhadap nasib para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semua orang berharap dan berdoa agar semua korban yang hilang dapat ditemukan dengan selamat.
