Naskah Asli Black Panther 2 Terungkap oleh Ryan Coogler

Sutradara Ryan Coogler baru-baru ini mengungkap rencana cerita asli untuk sekuel film Black Panther yang seharusnya dirilis sebelum kematian Chadwick Boseman. Hal ini mengubah arah narasi yang sejak awal dirancang untuk menjadi satu petualangan emosional antara T’Challa dan putranya yang masih muda.

Dalam sesi bincang-bincang di siniar Happy Sad Confused, Coogler mengungkapkan bahwa kisah awal tersebut akan memperkenalkan karakter baru dan tantangan yang dihadapi oleh T’Challa. Elemen kunci dalam cerita tersebut adalah dinamika antara seorang ayah dan putranya yang menunjukkan kedekatan emosional dan tantangan dalam era kepemimpinan yang baru.

Ritual yang Menjadi Inti Cerita Asli Black Panther 2

Coogler menjelaskan bahwa inti dari naskah yang ditulisnya adalah sesuatu yang disebut Ritual 8, yang melibatkan pangeran berusia delapan tahun yang harus menghadapi berbagai tantangan di hutan bersama ayahnya. Dalam durasi delapan hari, pangeran ini bisa mengajukan pertanyaan apa pun kepada T’Challa, dan sang ayah harus memberikan jawaban yang jujur.

Ritual ini tidak hanya memperlihatkan momen-momen mendidik antara ayah dan anak yang sarat makna, tetapi juga memberi pengaruh besar pada perkembangan karakter pangeran. Menariknya, di balik keindahan ritual itu, tersimpan ancaman dari Namor, karakter antagonis yang diperankan oleh Tenoch Huerta, yang tetap menjadi bagian penting dalam cerita ini.

Selama masa ritual, Namor melancarkan serangan, memicu ketegangan dan konflik yang mendebarkan. Ini mengisyaratkan bahwa meskipun ada elemen keluarga dan pendidikan, bahaya selalu mengintai dan mempertegas bahwa tanggung jawab menjaga kerajaan tidak boleh terabaikan.

Perjuangan Coogler dan Kenangan terhadap Chadwick Boseman

Ryan Coogler juga menceritakan kekhawatirannya ketika menulis naskah tersebut, mengetahui kondisi kesehatan Chadwick yang semakin memburuk. Dia menyadari betapa berartinya film ini bagi Boseman dan betapa banyak yang ditawarkan oleh aktor tersebut dalam perannya sebagai T’Challa.

Coogler mengungkapkan bahwa mereka memiliki hubungan yang sangat menarik dan bisa dibilang mendalam. Wanita dan pria di balik layar tersebut memiliki banyak kolaborasi hebat yang berpuncak pada pengembangan karakter T’Challa yang menjadi ikonik di MCU. Kenangan tentang kerja sama mereka membuatnya merasa kehilangan dan tertekan ketika harus mengubah seluruh narasi pemikiran awal.

Setelah menyelesaikan draf naskah pertama, Coogler merasa prihatin saat mengetahui bahwa Chadwick Boseman berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan proyek itu. Ini adalah momen sulit bagi mereka yang terlibat dalam produksi, karena proyek ini sangat dekat di hati mereka.

Transformasi Menjadi Black Panther: Wakanda Forever

Setelah kematian Boseman, Coogler terpaksa mengubah seluruh cerita dan fokus pada karakter lain di Wakanda, terutama Shuri, yang diperankan oleh Letitia Wright. Perutenan karakter menjadi salah satu cara untuk menghormati warisan yang ditinggalkan Chadwick sambil memberikan ruang bagi karakter lain untuk bersinar.

Dalam film Black Panther: Wakanda Forever, meskipun fokus dan penceritaannya berubah, konflik utama masih melibatkan Namor sebagai antagonis, memberikan rasa kontinuitas pada dunia yang telah dibangun sebelumnya. Film ini menjadi penanda yang begitu berharga bagi penggemar, menunjukkan bagaimana Wakanda merespons kehilangan sementara tetap berjuang untuk melindungi negeri mereka.

Pelakon lainnya seperti Lupita Nyong’o, Danai Gurira, Winston Duke, dan Angela Bassett juga menghadirkan performa yang memukau, menjadikan film ini sebagai sekuel yang tidak hanya mengenang T’Challa, tetapi juga memperkaya mitologi Wakanda. Dengan memasukkan karakter baru seperti Riri Williams alias Ironheart, film ini membuka kemungkinan alur cerita baru yang menarik di masa depan MCU.

Related posts