Fire and Ash Mendapat Penilaian Awal yang Buruk

Ulasan perdana mengenai film terbaru dalam franchise Avatar, yang berjudul “Avatar: Fire and Ash,” telah muncul dari berbagai kritikus film. Karya sutradara James Cameron ini, sayangnya, mencatatkan skor debut terendah di platform ulasan Rotten Tomatoes dibandingkan dua film sebelumnya dalam serial yang sama.

Berdasarkan informasi terbaru yang dirangkum, “Avatar: Fire and Ash” mencatatkan skor 68 persen dalam Tomatometer, yang diambil dari 88 ulasan yang masuk. Angka tersebut jelas lebih rendah dibandingkan “Avatar: The Way of Water,” yang meraih skor 76 persen, dan film pertama dalam seri ini yang masih memimpin dengan skor 81 persen.

Skor film ketiga ini dihasilkan dari sejumlah tanggapan para kritikus mengenai perkembangan cerita dan karakter, terutama pada perjalanan Jake Sully dan Neytiri. Sebagian kritikus menilai, alur cerita yang ditawarkan terasa repetitif dan tidak memberikan inovasi yang diharapkan, sementara sisi visual tetap diakui sebagai kekuatan utama film ini.

Menelusuri Aspek Penceritaan dan Repetitivitas dalam “Avatar: Fire and Ash”

Dari segi penceritaan, banyak kritikus merasakan kesan bahwa film ini mengulangi elemen cerita yang sama dari dua film sebelumnya. Ulasan menyatakan bahwa dinamika antara Jake dan Quaritch terlihat mulai memudar, meskipun karakter antagonis baru yang diperankan oleh Oona Chaplin mendapat pujian.

Todd Gilchrist dari media ulasan film memberi nilai 8 dari 10, menyoroti bahwa meskipun film menawarkan aspek visual yang memukau, namun alur konflik tidak cukup kuat untuk menarik perhatian penonton. Para penggemar mungkin dihadapkan pada kisah yang terasa akrab, yang berpotensi membuat mereka kehilangan minat.

Namun, di luar kritik tersebut, pencapaian teknis dan visual tetap menjadi sorotan positif. James Cameron dikenal dengan kemampuannya dalam menciptakan visual yang menawan, dan film ini tidak terkecuali. Banyak pengamat film sepakat bahwa kualitas visualnya masih dapat memikat penonton dan membawa mereka kembali ke dunia Pandora.

Perbandingan Skor dan Harapan untuk Pendapatan Box Office

Jika skor 68 persen untuk “Avatar: Fire and Ash” tetap bertahan, film ini akan menjadi yang terendah di antara tiga sekuel yang ada. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi tim produksi, terutama Disney dan James Cameron, yang mempertimbangkan kelanjutan produksi “Avatar 4” dan “Avatar 5.”

Meskipun begitu, ada harapan bahwa film ini tetap dapat meraih kesuksesan box office. Film pertama dalam franchise ini berhasil mendapatkan pendapatan sangat mengesankan senilai US$2,9 miliar secara global, sementara sekuelnya, “The Way of Water,” juga menembus angka US$2,3 miliar.

Dengan latar belakang pendapatan yang mengesankan tersebut, “Fire and Ash” diprediksi tetap bisa mencapai pendapatan sekitar US$1,5 miliar. Ini menunjukkan bahwa meskipun mendapat kritik, film tersebut tidak akan gagal secara finansial, setidaknya dalam kisaran keuntungan yang layak.

Menilik Karakter dan Plot yang Diusung dalam Film Terbaru

“Avatar: Fire and Ash” mengulangi kehadiran sejumlah bintang dari film-film sebelumnya, seperti Sam Worthington, Zoe Saldana, Stephen Lang, dan Sigourney Weaver. Selain itu, film ini juga memperkenalkan karakter baru yang diperankan oleh David Thewlis.

Cerita menggali lebih dalam pengalaman Jake Sully dan Neytiri, yang sebelumnya harus menghadapi kehilangan besar. Konflik baru muncul saat mereka berhadapan dengan suku Ash yang dipimpin oleh Varang, yang dikenal dengan kekuatan dan sifat agresifnya.

Pemikiran sekaligus ekspektasi tinggi dari penggemar tentu menjadi faktor penting dalam penilaian film ini. Melihat bagaimana kisah ini nantinya berevolusi menjadi tantangan tersendiri bagi para kreator, yang harus menjawab harapan penonton yang terus menuntut inovasi dan originalitas dalam cerita.

“Avatar: Fire and Ash” dijadwalkan tayang di seluruh bioskop pada 17 Desember, dan dengan antisipasi tinggi, banyak yang berharap film ini akan menawarkan pengalaman seru meskipun menghadapi berbagai kritik. Penonton masih menunggu untuk melihat apakah film ini dapat memberikan terobosan yang dipandang perlu dalam franchise yang telah menciptakan fenomena global ini.

Dengan segala aspek yang telah dibahas, baik positif maupun negatif, jelas bahwa film ini tetap menjadi sorotan di kalangan penggemar dan kritikus film. Meskipun mendapatkan ulasan beragam, “Avatar: Fire and Ash” tetap berpotensi untuk menarik perhatian penonton di bioskop yang akan datang.

Related posts