Setelah penantian selama tiga tahun, penggemar kembali disuguhkan kisah epik dari bangsa Na’vi dalam film terbaru yang berjudul Avatar: Fire and Ash. Saga ketiga ini masih melibatkan aktor-aktor utama yang telah dikenal, seperti Sam Worthington dan Zoe SaldaƱa, dan menjanjikan pengalaman yang lebih mendalam dan emosional dibandingkan sekuel sebelumnya.
Film ini adalah kelanjutan langsung dari Avatar: The Way of Water, namun berdasarkan informasi yang beredar, cerita dalam film ini akan lebih penuh aksi dan konflik ketimbang pendahulunya. Elemen mencekam dan pertempuran yang intensified menjadi bagian penting dari narasi yang dihadirkan kali ini.
Sinopsis Film Avatar: Fire and Ash dan Hubungan Keluarga Sully
Setelah keluarga Sully melakukan transisi ke klan Metkayina, mereka masih berjuang melawan kesedihan akibat kehilangan Neteyam. Insiden tragis ini memberikan dampak emosional yang mendalam bagi setiap anggota keluarga, dengan Neytiri yang berbenam dalam kebencian dan kesedihan.
Setiap karakter menghadapi kehilangan dengan cara yang berbeda. Neytiri memilih untuk menyimpan dendam terhadap Spider, sementara Lo’ak seringkali terbangun dari mimpi buruk yang berkaitan dengan abangnya yang telah tiada.
Jake Sully, penguasa Toruk Makto, merasa terjebak dalam rasa duka dan ketidakberdayaan saat berusaha melindungi keluarganya. Dalam keadaan ini, hubungan di antara anggota keluarga Sully tampak semakin erat, meski tension dengan Neytiri terus meningkat.
Perpindahan ke Klan Tlalim dan Ancaman Baru
Untuk mengurangi konflik dengan Neytiri, Jake membuat keputusan untuk memindahkan Spider dari klan Metkayina dan bergabung dengan klan Tlalim, yang dikenal sebagai pedagang angin. Klan ini memiliki keahlian dalam berdagang menggunakan kendaraan terbang, yang menawarkan kesempatan baru bagi keluarga Sully.
Dalam perjalanan ini, Jake berjanji akan melindungi klan Tlalim dari para penyerang yang kerap datang mencari masalah. Klan Mangkwan atau Ash People dikenal sebagai ancaman utama, dan pertemuan dengan mereka tak dapat dihindari.
Dalam sebuah serangan mendadak oleh klan Mangkwan yang dipimpin oleh Varang, suasana penuh ketegangan dan ketakutan melanda keluarga Sully. Bagaimana mereka dapat bersatu kembali dan melawan musuh yang kuat menjadi fokus utama dalam bagian cerita ini.
Proses Produksi Film dan Harapan Penonton
James Cameron memulai pengerjaan Avatar: Fire and Ash sejak proses produksi Avatar: The Way of Water dan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan cerita ini. Pandemi global sempat mengganggu jadwal, tetapi hasil akhirnya diharapkan akan memuaskan para penggemar setia.
Cameron berkomitmen untuk menjelajahi kedalaman karakter yang lebih banyak serta memperkenalkan budaya dan makhluk baru dalam dunia Na’vi. Tujuannya agar penonton dapat merasakan ikatan emosional dalam cerita yang dihadirkan.
