Harry menulis dalam memoarnya yang terbit pada 2023, Spare, bahwa William menghina Meghan dalam sebuah insiden setelah mereka menikah pada 2019. Duke of Sussex mengklaim bahwa perselisihan antara keduanya menurutnya berujung pada kekerasan — bermula ketika William menyebut Meghan “sulit” dan “kasar”.
Menanggapi hal tersebut, Harry mengatakan bahwa ia menjawab bahwa saudaranya hanya “meniru narasi pers” tentang istrinya. Dalam sebuah wawancara yang berkaitan dengan memoar tersebut, Harry ditanya oleh Tom Bradby dari ITV News apakah kakak laki-lakinya mencoba menghalanginya menikahi Meghan, dan menyatakan bahwa William “tidak pernah melakukan itu.”
“Tidak, dia tidak pernah mencoba menghalangi saya menikahi Meghan, tetapi dia mengungkapkan beberapa kekhawatiran, sejak awal dan berkata, kau tahu, ini akan sangat sulit bagimu,” kenang Duke of Sussex dalam wawancara tersebut. “Dan saya sampai hari ini, saya masih tidak benar-benar mengerti bagian mana dari apa yang dia bicarakan.”
Konflik Keluarga yang Berlarut-larut Antara Harry dan William
Perselisihan antara Harry dan William bukanlah hal baru. Ketidakcocokan pandangan dan cara menjalani kehidupan dalam keluarga kerajaan sering kali memicu ketegangan. Situasi ini semakin memanas ketika Harry menikahi Meghan, yang dianggap membawa paradigma baru ke dalam lembaga yang memiliki tradisi kuat.
William, sebagai pewaris tahta, merasa bahwa keputusan yang diambil adiknya bisa berdampak negatif. Kasus ini menyoroti bagaimana perubahan dalam kehidupan pribadi anggota keluarga bisa mengganggu stabilitas institusi yang sudah ada selama berabad-abad. Harry merasa tekanan ini datang dari berbagai arah, yang membuat hubungan mereka semakin rumit.
Seiring berjalannya waktu, Harry menyadari bahwa komunikasi yang terbuka dan jujur sangat penting. Namun, hal ini tidak mudah dicapai, apalagi ketika masing-masing pihak memiliki perspektif dan pengalaman yang berbeda. Pada dasarnya, mereka berdua berusaha untuk melindungi yang mereka cintai, tetapi cara mereka melakukannya sering kali berbenturan.
Dampak Media Terhadap Dinamika Keluarga
Media memiliki peran besar dalam membentuk narasi seputar keluarga kerajaan. Berita dan spekulasi yang berlebihan sering kali membuat situasi menjadi lebih buruk. Harry merasa bahwa media tidak hanya menjadi pengganggu, tetapi juga sebagai pendorong utama konflik antara dirinya dengan kakaknya.
Kehadiran kamera dan laporan pers menciptakan suasana paranoid di antara anggota keluarga. Harry mengungkapkan bahwa ketakutan akan pengawasan publik membuatnya sulit untuk berinteraksi secara sederhana dengan William. Ini menunjukkan bagaimana dunia luar bisa mempengaruhi hubungan kekeluargaan yang seharusnya harmonis.
William pun merasakan tekanan ini, yang kadang mengubah cara pandangnya terhadap Harry dan Meghan. Saat mereka mencoba untuk melindungi privasi mereka, media terus-menerus mencari celah untuk mempublikasikan berita terbaru, sehingga memperburuk keadaan yang sudah rumit.
Pemahaman Masing-Masing Anggota Keluarga
Salah satu bagian penting dalam konflik ini adalah perbedaan cara pandang masing-masing anggota keluarga. Bagi Harry, keputusan untuk menikahi Meghan adalah langkah penting yang mencerminkan kebebasan dan cinta sejatinya. Namun, bagi William, hal ini merupakan pelanggaran terhadap norma dan tradisi yang telah ditetapkan.
Harry berharap William bisa memahami posisinya dan melihat hal ini sebagai langkah positif, bukan ancaman. Sebaliknya, William merasa perlu menjaga integritas institusi yang diwakilinya. Ketidakcocokan ini semakin memperdalam rasa kesenjangan di antara mereka berdua.
Kesulitan mereka dalam menjalin komunikasi yang baik menunjukkan betapa rumitnya hubungan antaranggota keluarga ketika kepentingan pribadi dan publik bertabrakan. Apakah mereka dapat menemukan jalan untuk saling memahami satu sama lain masih menjadi pertanyaan besar.
