Efek BTS Meningkatkan Pencarian Hotel Hingga 6700 Persen

Tur comeback BTS yang akan datang menjadi sorotan utama dalam dunia pariwisata global, berkat dampaknya yang besar terhadap tren wisata konser. Acara ini tidak hanya menarik perhatian penggemar setia, tetapi juga mengubah dinamika perekonomian di kota-kota yang menjadi tuan rumah konser tersebut.

Jumlah pencarian tiket yang melonjak sangat mengesankan, menciptakan efek domino yang berdampak pada sektor perhotelan dan transportasi. Kenaikan harga tiket konser hingga puluhan kali lipat menunjukkan tingginya permintaan yang hadir ketika nama BTS disebutkan.

Dengan pertunjukan bertajuk “Arirang”, BTS akan menjelajahi 34 kota di berbagai benua, memicu lonjakan permintaan tiket dan akomodasi. Konser ini direncanakan berlangsung mulai April 2026 hingga Maret 2027, dan banyak penggemar yang berusaha untuk berpartisipasi dalam pengalaman unik ini.

Bagaimana BTS Mengubah Wajah Wisata Konser Global?

Tren wisata konser kini semakin menguat, berkat pengaruh besar yang dimiliki oleh BTS. Mereka bukan hanya sekadar artis, melainkan simbol budaya pop yang menarik jutaan penggemar di seluruh dunia.

Kegiatan seperti konser dapat menghasilkan peningkatan luar biasa dalam sektor pariwisata setempat. Wisata konser mengubah kota-kota menjadi destinasi utama bagi para penggemar, sekaligus memberikan keuntungan signifikan kepada industri lokal.

Data menunjukkan bahwa, dalam waktu singkat setelah pengumuman tur, jumlah pencarian untuk hotel dan penerbangan di kota-kota konser meningkat drastis. Misalnya, pencarian menuju Seoul dan Busan melonjak hingga 2.375% dalam 48 jam setelah pengumuman.

Dampak Konsumsi Wisatawan terhadap Akomodasi dan Transportasi

Kenaikan permintaan tiket konser BTS juga berdampak langsung pada sektor akomodasi. Banyak hotel di sekitar lokasi konser telah sepenuhnya dipesan jauh sebelum acara berlangsung, menciptakan situasi di mana harga bisa menjadi dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Dalam hal transportasi, lonjakan penumpang yang menuju kota-kota konser juga menjadi sorotan, dengan banyak maskapai penerbangan menambah frekuensi penerbangan untuk memenuhi permintaan. Ini menunjukkan bagaimana satu acara besar dapat memberikan keuntungan di berbagai sektor.

Bahkan, beberapa hotel kini menyesuaikan layanan mereka untuk lebih mendukung wisatawan konser. Hotel akan menyediakan layanan khusus seperti tim concierge yang dapat membantu dalam perencanaan perjalanan untuk acara tersebut.

Persaingan dan Lonjakan Harga Tiket di Pasar Sekunder

Selain permintaan langsung dari penggemar, pasar tiket sekunder juga berkembang pesat. Banyak penggemar yang ingin menyaksikan konser namun tidak berhasil mendapatkan tiket langsung terpaksa mencari alternatif di pasar sekunder, yang sering kali membawa harga yang jauh lebih tinggi.

Tiket dari tur “Arirang” bahkan tercatat mencapai harga lebih dari 40 kali lipat harga asli di platform resale. Ini menunjukkan betapa tingginya antusiasme terhadap tur ini dan seberapa jauh penggemar bersedia untuk berinvestasi demi mendapatkan pengalaman menonton.

Pada saat yang sama, festival dan acara lain juga turut memanfaatkan momentum ini. Misalnya, festival musik Coachella mempengaruhi pencarian di internet dan menarik perhatian penggemar dari berbagai kalangan.

Perubahan Pola Perjalanan dan Liburan bagi Wisatawan Konser

Banyak penggemar yang memperpanjang masa tinggal mereka di kota-kota konser. Ini menciptakan tren baru, di mana mereka tidak hanya datang untuk menonton acara, tetapi juga menjadikan perjalanan ini sebagai liburan yang lebih panjang.

Perilaku ini menunjukkan bahwa wisata konser tidak hanya sekedar kunjungan singkat, melainkan pengalaman yang dapat menciptakan kenangan jangka panjang. Penggemar cenderung mencari cara untuk menikmati setiap momen yang ada di kota tempat konser berlangsung.

Dengan demikian, perjalanan mereka mirip dengan pelancong bisnis yang sering memanfaatkan waktu untuk menambah agenda liburan di sela-sela kegiatan utama mereka. Namun, tetap saja, penggemar konser memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal akomodasi dan layanan.

Related posts