Di tengah era yang dipenuhi dengan budaya konsumtif, pendekatan tradisional dari Jepang untuk mengelola keuangan, yaitu Kakeibo, kembali menarik perhatian masyarakat. Metode ini diyakini memiliki potensi untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu hingga 25% serta meningkatkan kemampuan seseorang dalam menabung secara signifikan.
Kakeibo diperkenalkan pertama kali pada tahun 1994 oleh seorang jurnalis bernama Makoto Hani. Lima tahun setelah itu, pada tahun 2017, konsep ini kembali dipopulerkan melalui buku yang ditulis oleh Fumiko Chiba, sehingga banyak orang mulai menerapkan teknik ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Sama seperti metode perencanaan keuangan lainnya, tujuan utama Kakeibo adalah untuk membantu individu memahami hubungan mereka dengan uang melalui pencatatan pengeluaran dan pemasukan. Namun, yang membedakan Kakeibo adalah penekanan pada pencatatan secara fisik, tanpa menggunakan bantuan teknologi digital.
Melalui pencatatan fisik, Kakeibo menciptakan ruang bagi individu untuk merenung dan merefleksikan kebiasaan belanja mereka. Dengan teknik ini, pengelolaan keuangan menjadi bukan sekadar angka, tetapi lebih kepada pemahaman tentang nilai dan tujuan dari setiap pengeluaran.
Memahami Prinsip Dasar Kakeibo untuk Menyimpan Uang
Salah satu aspek penting dari Kakeibo adalah kesadaran akan pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan sebelum melakukan pembelian. Pertanyaan seperti, “Apakah barang ini benar-benar saya butuhkan?” dapat mendorong individu untuk lebih bijak dalam pengeluaran mereka.
Teknik ini berfokus pada refleksi personal, meminta individu untuk merenungkan emosional mereka saat berbelanja atau memilih suatu produk. Apakah mereka tergoda oleh iklan atau hanya mencari kenyamanan sesaat? Semua ini harus dipertimbangkan sebelum melakukan transaksi.
Kakeibo juga mengajarkan tentang pentingnya menabung sebelum melakukan pengeluaran. Pendekatan ini merekomendasikan agar setiap bulan, individu menyisihkan sejumlah uang untuk ditabung sebelum mengalokasikan sisa dana untuk pengeluaran lainnya. Ini memberikan prioritas pada tabungan di atas segala hal lain.
Penting untuk mendokumentasikan semua sumber pemasukan, baik dari gaji tetap maupun pendapatan tambahan. Dengan mencatat setiap pemasukan, seseorang dapat lebih mudah merencanakan pengeluaran dan menabung.
Cara Praktis Menabung Seperti Cara Orang Jepang
Langkah pertama dalam Kakeibo adalah mencatat seluruh pemasukan. Ini mencakup semua uang yang diterima selama sebulan, sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah. Penggunaan pena dan kertas dalam pencatatan memberi nilai tambah tersendiri karena mengharuskan individu untuk lebih sadar akan apa yang mereka tulis.
Setelah mencatat pemasukan, langkah selanjutnya adalah mengalokasikan dana. Dalam metode ini, terdapat kategori pengeluaran yang jelas, terdiri dari kebutuhan pokok, kebutuhan tambahan, budaya, dan pengeluaran tak terduga. Kotak ini memudahkan untuk merencanakan anggaran dengan lebih efektif.
Praktik menunggu selama 24 jam sebelum membeli barang juga sangat dianjurkan. Ini membantu individu untuk merenungkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat. Penundaan ini memberi kesempatan untuk membuat keputusan yang lebih sadar.
Selain itu, pembaruan saldo rekening secara berkala menjadi kebiasaan yang baik. Dengan sering memeriksa saldo, seseorang akan lebih mudah mengontrol pengeluaran dan merencanakan penggunaan dana secara lebih efisien.
Tips Efektif untuk Mengelola Keuangan dan Berbelanja Bijak
Membuat pengingat di dompet dengan catatan yang sederhana tetapi kuat dapat menjadi strategi efektif. Dengan menulis pertanyaan seperti, “Apakah saya benar-benar membutuhkan ini?” di dalam dompet, individu akan lebih cenderung berpikir dua kali sebelum melakukan pembelian.
Bertransaksi menggunakan uang tunai juga disarankan dalam Kakeibo. Hal ini mengurangi risiko pemborosan yang sering terjadi saat menggunakan kartu kredit atau debit, di mana seseorang cenderung tidak menyadari jumlah yang telah mereka habiskan.
Jika Anda terus-menerus berada di bawah tekanan untuk berbelanja, pertimbangkan untuk mengganti kebiasaan belanja dengan aktivitas positif lainnya. Aktivitas seperti berolahraga atau berkumpul dengan teman dapat mengurangi keinginan untuk berbelanja dan membantu mengalihkan perhatian.
Dengan menerapkan metode Kakeibo, seseorang tidak hanya akan belajar mengelola uang dengan lebih baik, tetapi juga akan menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan keuangan pribadi mereka. Refinemen dalam hal kebiasaan belanja dapat menghasilkan penghematan yang signifikan dan memfasilitasi pencapaian tujuan keuangan jangka panjang.
