Margot Robbie Berani Tampil Baru dengan Kalung Berlian Taj Mahal Tanpa Bermain sebagai Barbie

Margarot Robbie telah melangkah jauh dari citra karakter Barbie yang melekat padanya. Kini, ia mengambil langkah berani dalam promosi film terbarunya, Wuthering Heights, di mana ia berdampingan dengan Jacob Elordi, rekan sesama aktor asal Australia.

Pada pemutaran perdana di Los Angeles pada 28 Januari 2026, penampilannya mencuri perhatian berkat gaun couture rancangan Schiaparelli yang dikenakannya. Gaun tersebut, yang diperuntukkan khusus untuk acara tersebut, hadir dengan perpaduan warna nude, hitam, dan merah yang menarik perhatian banyak orang.

Menurut British Vogue, gaun ini merupakan bagian dari koleksi couture musim semi 2026 yang baru saja ditampilkan di Paris. Dalam penampilannya di runway, gaun ini memiliki nuansa biru dan hitam dengan desain trompe-l’œil yang unik, tetapi Margot menginterpretasikan gaya tersebut dengan lebih klasik.

Gaya Victorian menjadi pilihan Robbie dengan korset tanpa tali yang dihiasi renda dan rok pelapis bergradasi onyx hingga merah tua. Kombinasi warna yang mencolok ini nampaknya terinspirasi oleh gaya lain dari pertunjukan tersebut, menunjukkan kreativitas dan keberanian Robbie dalam bereksplorasi.

Namun, bukan hanya gaun yang menarik perhatian, melainkan juga perhiasan yang dikenakan. Margot mengenakan kalung Cartier yang menampilkan berlian berbentuk hati ikonis, yang sebelumnya dimiliki oleh Elizabeth Taylor. Kalung tersebut terkenal sebagai pemberian dari Richard Burton, suami Taylor dua kali, yang mempersembahkannya saat ulang tahun ke-40 sang aktris.

Perhiasan Bersejarah yang Memikat Perhatian

Berlian Taj Mahal yang berukuran besar dan indah ini memiliki kisah romantis yang kaya. Liontin berbentuk hati tersebut, yang terpasang pada giok dengan rantai emas, rubi, dan berlian, kaya akan sejarah dan makna.

Tulisan dalam bahasa Parsee pada liontin ini berbunyi “Cinta Abadi,” menandakan betapa berartinya perhiasan ini dalam sejarah cinta Elizabeth Taylor. Selain itu, nama Nur Jahan, yang merupakan wanita pertama yang menerima perhiasan ini, menambah keistimewaan kalung tersebut.

Seiring dengan penampilannya, Margot Robbie berhasil menjadikan perhiasan tersebut sebagai sorotan. Ia tidak hanya mengenakan kalung yang indah, tetapi juga merangkum cerita cinta yang dalam dan bersejarah di baliknya.

Transformasi Gaya Margot Robbie dalam Film dan Kehidupan Nyata

Perubahan gaya Margot Robbie dalam film serta penampilannya di berbagai acara semakin menunjukkan kematangan dan keberaniannya. Dari karakter Barbie yang ceria, ia kini tampil lebih dramatis dan misterius dalam Wuthering Heights.

Dalam film ini, Margot berperan sebagai Catherine Earnshaw, sosok yang kompleks dan penuh emosi. Perannya yang mendalam membuatnya harus mengeksplorasi berbagai sisi karakternya, sekaligus membawa pengaruh terhadap gaya pribadinya.

Dengan keberaniannya untuk membebaskan diri dari label karakter sebelumnya, Margot tidak hanya mendapatkan apresiasi dari para penggemar, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam kariernya. Ini merupakan langkah penting dalam menjelajahi berbagai peran yang lebih menantang.

Tantangan dalam Beradaptasi dengan Peran Baru

Tantangan besar muncul saat Margot harus beradaptasi dengan karakter dan nuansa film yang lebih gelap. Wuthering Heights, dengan latar belakang yang dramatis, memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan film sebelumnya.

Proses transformasi ini tidak hanya melibatkan penampilan fisik, tetapi juga emosional. Margot harus memahami sepenuhnya timbal balik antara karakter yang ia perankan dengan hubungan antar tokoh lainnya dalam cerita, menciptakan keaslian yang dapat dirasakan penonton.

Melalui proses ini, ia belajar untuk mengekspresikan kerentanan dan ketegangan yang ada dalam cerita. Ini adalah proses yang menantang namun kunci dalam menciptakan penampilan yang autentik.

Kontribusi Margot Robbie dalam Industri Film

Margot Robbie bukan hanya dikenal sebagai aktris berbakat, tetapi juga sebagai produser yang ambisius. Dengan mendirikan perusahaan produksinya sendiri, ia berharap dapat menciptakan lebih banyak karya berkualitas yang mencerminkan suara perempuan.

Inisiatif ini menjadi salah satu pelopor bagi banyak aktris untuk mengambil peran lebih aktif dalam industri film. Dengan pengalaman dan pengaruhnya, Margot ingin mengubah cara cerita-cerita perempuan diceritakan di layar lebar.

Melalui proyek-proyek yang diprodusinya, ia tidak hanya menambahkan nilai bagi penonton, tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi banyak orang dalam industri film, menjadikannya contoh yang patut diteladani.

Related posts