Prabowo Ungkap Hasil Pertemuan dengan PM Inggris Keir Starmer

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini melakukan kunjungan resmi ke London, Inggris, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Pertemuan ini memiliki fokus utama pada potensi investasi Inggris di bidang keuangan dan maritim Indonesia.

Dalam diskusinya, Prabowo menyoroti bagaimana Inggris dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekonomi Indonesia, khususnya melalui teknologi keuangan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi kedua negara dalam menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.

Prabowo menyatakan, “Mereka memiliki sistem keuangan yang kuat dan berminat untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga kita bisa belajar dari teknologi dan kemampuan keuangan mereka.” Hal ini menunjukkan optimisme Indonesia terhadap potensi investasi luar negeri.

Di sisi lain, Prabowo juga menyampaikan rencananya untuk meningkatkan infrastruktur maritim. Ia menekankan pentingnya membangun 1.500 kapal penangkap ikan agar dapat memperkuat sektor perikanan di Indonesia. Langkah ini tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk memperbaiki kondisi sosial masyarakat nelayan.

“Kami ingin investasi besar-besaran di sektor ini, agar bisa memperbaiki desa-desa nelayan dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” lanjut Prabowo. Ini merupakan langkah konkret dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.

Lebih lanjut, Prabowo menyebutkan bahwa ada upaya untuk meningkatkan gizi masyarakat melalui peningkatan konsumsi protein. Ini dianggap sebagai langkah penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di bidang maritim. “Dari total wilayah Indonesia, sekitar tiga per empat adalah lautan, dan kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi protein,” tambahnya.

Selama kunjungan kerja tersebut, Prabowo juga menghadiri forum UK-Indonesia Education Roundtable di Lancaster House. Di forum ini, ia menjalin komunikasi dengan para akademisi serta pemimpin perguruan tinggi mengenai kerjasama pendidikan antara Inggris dan Indonesia.

Ia berbagi harapannya agar perguruan tinggi di Inggris dapat lebih gencar menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan di Indonesia dalam berbagai bidang, terutama teknologi dan digital. “Mereka sudah memiliki kampus di Indonesia, dan kami ingin memperluas kerja sama ini,” jelasnya.

Pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Prabowo menganggap bahwa untuk mencapai standar pendidikan yang tinggi, kerjasama internasional sangat penting. “Kami harus mengejar ketertinggalan, agar pendidikan kita setara dengan yang terbaik di dunia,” ujarnya dengan semangat.

Kemitraan di Bidang Teknologi Keuangan dan Maritim

Membangun kemitraan dalam bidang teknologi keuangan menjadi salah satu fokus utama dalam pembicaraan antar kedua pemimpin negara. Prabowo mencatat bahwa Inggris memiliki pengalaman yang signifikan dalam sistem keuangan yang sudah mapan.

Minat Inggris untuk berinvestasi menunjukkan adanya peluang berharga bagi Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan inovasi baru yang mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Selain itu, Prabowo menggarisbawahi pentingnya investasi di sektor maritim. Salah satu tujuan utama adalah untuk mendorong produksi perikanan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor ini.

Pembangunan kapal penangkap ikan yang merupakan bagian dari rencana ambisius ini diharapkan dapat menyasar masyarakat nelayan di daerah-daerah pesisir. “Kami ingin agar para nelayan memiliki akses yang lebih baik terhadap teknologi yang dapat meningkatkan hasil tangkapan mereka,” tuturnya.

Dengan adanya dukungan dari Inggris, diharapkan proyek ini dapat berjalan lebih efektif dan efisien, karena aspek teknologi yang akan diintegrasikan dalam proses. Inisiatif ini membawa harapan baru bagi para nelayan dan komunitas pesisir.

Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Nelayan

Pembangunan infrastruktur di desa nelayan diharapkan meningkatkan peningkatan kualitas hidup mereka. Dengan adanya akses yang lebih baik, masyarakat nelayan akan lebih mudah untuk beroperasi dan menjual hasil tangkapan mereka.

Dengan upaya ini, Prabowo berharap agar perekonomian lokal bisa meningkat dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. “Kami sedang merancang program-program yang bisa membantu meningkatkan taraf hidup mereka,” katanya.

Lebih jauh, fokus pada peningkatan gizi juga menjadi perhatian selanjutnya. Program ini penting untuk memastikan masyarakat nelayan mendapatkan asupan protein yang cukup dari hasil laut, sehingga dapat mendukung pertumbuhan fisik dan mental anak-anak mereka.

Keberadaan program-program semacam ini diharapkan dapat terintegrasi dengan program nasional yang lebih luas untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia. “Kenaikan konsumsi protein akan berkontribusi pada evolusi ekonomi yang lebih baik,” ungkap Prabowo.

Inisiatif ini sejalan dengan rencana Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi yang resilien di kawasan. Oleh karena itu, pendekatan multisektoral sangat dibutuhkan dalam implementasinya.

Kerjasama Pendidikan sebagai Pilar Pembangunan Masa Depan

Pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Prabowo menekankan pentingnya melakukan kerjasama di bidang pendidikan dengan negara-negara maju seperti Inggris.

Forum UK-Indonesia Education Roundtable memberikan kesempatan yang baik untuk memperluas cakupan kerja sama ini. Prabowo berharap bahwa inisiatif ini dapat memudahkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara kedua negara.

Para akademisi di Inggris pun diharapkan dapat lebih banyak berkontribusi kepada institusi pendidikan di Indonesia, sehingga kurikulum yang ada dapat lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Kami ingin memastikan pendidikan kami setara dengan negara-negara terbaik di dunia agar lulusan kami siap menghadapi tantangan global,” ujarnya. Upaya ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Indonesia untuk meningkatkan daya saing globalnya.

Melalui kerjasama di bidang edukasi, Indonesia berharap dapat meningkatkan kualitas lulusan yang tidak hanya kompeten tetapi juga siap terjun dalam pasar kerja internasional.

Related posts