Debut The Bone Temple Gagal Mengalahkan Avatar Fire and Ash

Film “28 Years Later: The Bone Temple” yang sangat ditunggu ternyata belum berhasil merebut posisi teratas box office di Amerika Utara. Selama pekan perilisannya, film ini harus puas berada di posisi kedua, tertinggal dari “Avatar: Fire and Ash” yang masih kuat bertahan di puncak dengan angka penjualan yang mengesankan.

Menurut laporan terbaru, “Avatar: Fire and Ash” telah mendominasi box office selama lima minggu berturut-turut. Dalam periode terbaru, film garapan James Cameron itu berhasil meraih pendapatan sebesar US$13,3 juta pada akhir pekan yang lalu.

Dengan pendapatan tersebut, film “Avatar: Fire and Ash” kini memiliki total penghasilan mencapai US$363,5 juta di pasar Amerika dan US$1,31 miliar secara global. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik film tersebut di kalangan penonton.

Perbandingan Pendapatan Film Baru dan Pendahulunya

Meskipun “28 Years Later: The Bone Temple” hanya mampu mengumpulkan US$13 juta di minggu debutnya, angka ini masih lebih baik dibandingkan beberapa film lainnya. Namun, hasil tersebut berada di bawah ekspektasi awal yang diprediksi bisa mencapai US$20 juta hingga US$22 juta.

Selisih pendapatan antara “28 Years Later” dan “Avatar” tampaknya cukup tipis, yang menunjukkan adanya persaingan yang ketat. Film ini mengandalkan popularitas dari film pertamanya, yang menjadi salah satu klasik dalam genre horor pasca-apokaliptik.

Proyek terbaru ini, yang sekaligus menjadi film dengan biaya produksi paling tinggi dalam waralaba tersebut, menelan anggaran sekitar US$63 juta, belum termasuk biaya pemasaran. Sony tentunya berharap film ini dapat meraih lebih banyak perhatian dari penonton di minggu-minggu selanjutnya.

Film-Film Lain yang Berhasil di Box Office

Di posisi ketiga box office, ada “Zootopia 2” yang berhasil mengumpulkan US$9 juta. Film animasi yang sudah lama ditunggu ini telah bertahan dalam daftar lima besar box office selama dua bulan sejak dirilis, menunjukkan daya tariknya yang luar biasa di kalangan keluarga.

Keberhasilan “Zootopia 2” juga menambah koleksi pendapatannya secara keseluruhan menjadi salah satu film animasi terlaris di dunia, mengalahkan “Inside Out 2”. Kehadiran karakter-karakter baru dan alur cerita yang menggugah membuat film ini tetap diminati oleh anak-anak dan orang dewasa.

Sementara itu, film “The Housemaid” yang dibintangi aktor Amanda Seyfried dan Sydney Sweeney, menempati posisi empat dengan pendapatan sebesar US$8,5 juta. Ketertarikan penonton terhadap film bergenre thriller ini juga berkontribusi pada keberhasilannya di box office.

Kisah Sukses Film Lain dalam Genre yang Sama

Pada posisi kelima, film “Marty Supreme” yang dibintangi aktor muda berbakat Timothée Chalamet, berhasil meraih pendapatan sebesar US$5,4 juta. Total pendapatan film ini kini mencapai US$80,8 juta, menjadikannya salah satu film terlaris dari studio A24 di Amerika Utara.

“Marty Supreme” berhasil mengalahkan pendapatan film sebelumnya, “Everything Everywhere All at Once”, yang mengumpulkan US$77 juta. Keberhasilan film ini menandai kehadiran produksi A24 yang semakin kuat di perfilman Amerika.

Keberhasilan masing-masing film ini menunjukkan keberagaman penawaran di box office, di mana penonton memiliki banyak pilihan yang dapat dinikmati sesuai preferensi mereka. Masing-masing film membawa daya tarik unik yang menarik bagi berbagai kalangan.

Analisis Masa Depan “28 Years Later: The Bone Temple”

Dengan hasil debut yang tidak memenuhi ekspektasi, masa depan “28 Years Later: The Bone Temple” di box office mungkin akan sangat tergantung pada ulasan penonton dan kritik. Respon awal dari penonton dan bagaimana film ini dipromosikan dalam beberapa minggu mendatang akan menjadi faktor krusial untuk kesuksesannya.

Pihak studio perlu memikirkan strategi pemasaran yang lebih efektif agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Peluncuran tambahan, event-event khusus, atau kolaborasi dengan platform streaming dapat menjadi cara untuk meningkatkan visibilitas film ini.

Selain itu, penggemar dari film pertamanya diharapkan akan membantu mendongkrak angka penonton. Jika “28 Years Later: The Bone Temple” mampu menarik perhatian calon penonton yang skeptis, maka ada kemungkinan film ini dapat memperbaiki posisi box office-nya dalam waktu dekat.

Related posts