Comeback dan Tur Dunia BTS Diprediksi Menghasilkan 1,05 Miliar Dolar AS

BTS, grup musik fenomenal asal Korea Selatan, siap menyapa penggemarnya kembali dengan serangkaian comeback dan tur dunia yang telah lama dinantikan. Setelah beberapa tahun terpaksa vakum akibat pandemi, mereka diperkirakan akan menghasilkan pendapatan lebih dari US$1 miliar atau setara dengan Rp16,87 triliun dari kegiatan tersebut.

Dari pengumuman resmi agensi, BTS dijadwalkan untuk menggelar 79 konser di 34 kota di 24 negara, mencakup lima benua, yang akan berlangsung dari April 2026 hingga Maret 2027. Ini menandai comeback mereka yang pertama sejak sebelum pandemi yang menyebabkan pembatalan tur yang direncanakan sebelumnya.

Keberangkatan mereka kembali ke panggung sangat dinanti setelah terakhir kali tampil di konser Busan pada Oktober 2022. Pada tahun-tahun sebelumnya, mereka menghadapi serangkaian penundaan karena situasi yang dihadapi oleh dunia, termasuk penundaan berulang-ulang tur Map of the Soul.

Dengan beragam tantangan yang dihadapi, minat terhadap kembalinya mereka tidak pernah surut. Menurut analis industri, potensi tur ini menjanjikan angka pendapatan yang sangat menarik.

Prediksi Pendapatan Dari Comeback BTS Di Dunia Musik

Seluruh dunia melihat ke arah BTS, terutama dalam hal potensi ekonomi dari comeback ini. Para pakar memperkirakan bahwa tur ini bisa mendatangkan lebih dari US$1,05 miliar atau sekitar Rp17,71 triliun dalam waktu 12 bulan, mencakup penjualan tiket, merchandise, dan streaming. Semua ini menunjukkan betapa besarnya dampak BTS di industri musik global.

Analisis dari seorang praktisi industri menunjukkan bahwa mereka dapat menghasilkan hingga US$80 juta dari penjualan album baru, dengan tambahan US$33 juta dari streaming. Pendapatan ini tak lepas dari basis penggemar mereka yang sangat aktif di berbagai platform digital.

Dengan total 79 pertunjukan, analis mengestimasikan bahwa setiap konser akan menarik minat sekitar 60.000 penonton, menghasilkan total kehadiran hingga sekitar 4,7 juta orang. Angka ini menunjukkan betapa besar daya tarik mereka di kalangan penggemar.

Kenaikan harga tiket yang signifikan juga menjadi perhatian. Data menunjukkan bahwa harga rata-rata tiket untuk tur kelas atas telah meningkat, sebuah indikasi bahwa permintaan terhadap pertunjukan mereka tetap kuat meskipun ada tantangan ekonomi. Ini adalah bukti kekuatan brand dan pengaruh BTS di industri musik.

Sejarah Kesuksesan Tur Sebelumnya dan Dampaknya

Menggali lebih dalam, rekam jejak tur BTS sebelumnya jelas memberikan gambaran mengenai kapasitas mereka untuk menarik masyarakat. Misalnya, tur Love Yourself: Speak Yourself menghasilkan sekitar US$246 juta dari 62 pertunjukan yang terjual hampir 2 juta tiket, mencakup wilayah Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

Kesuksesan ini bukan hanya sekadar angka, tetapi menunjukkan betapa BTS telah memantapkan diri sebagai salah satu grup dengan pendapatan tur tertinggi di dunia. Mereka berhasil mencetak rekor dan menjadi referensi dalam industri hiburan global.

Mengetahui latar belakang sejarah sebelumnya, banyak yang menunggu apa yang akan dilakukan BTS untuk comeback kali ini. Para penggemar sangat bersemangat untuk menyaksikan penampilan kolosal yang penuh energi dan inovasi. Hal ini menambah ekspektasi yang tinggi untuk tur mendatang.

BTS tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga pengalaman berharga yang menghubungkan penggemar dari berbagai belahan dunia. Setiap pertunjukan menjadi momen yang dikenang dan menjadi bagian dari sejarah musik kontemporer.

Dampak Comeback BTS Bagi HYBE dan Industri Musik Secara Umum

Untuk HYBE, mau tidak mau, comeback BTS adalah bagian dari strategi yang lebih besar. Setelah beberapa tahun menghadapi ketergantungan yang tinggi terhadap pendapatan dari satu artis, sekarang mereka berusaha untuk lebih beragam dalam portofolio artis dan proyek. Ini menjadi langkah penting bagi kelangsungan perusahaan di industri yang kompetitif.

Di masa lalu, BTS pernah mendominasi hingga 95 persen pendapatan perusahaan, namun saat ini pangsa tersebut telah turun menjadi di bawah 20 persen. Ini menunjukkan pentingnya diversifikasi dan inovasi dalam menghadapi tuntutan pasar yang selalu berubah-ubah.

Dengan melakukan akuisisi dan membangun artis baru, HYBE menunjukkan komitmen untuk memperluas industri musik. Hal ini memberikan harapan bagi masa depan entertainment, di mana tidak hanya bergantung pada satu nama besar.

Transformasi yang dilakukan HYBE juga menjadi contoh bagi banyak perusahaan lain. Mereka harus belajar untuk beradaptasi dan berjalan seiring dengan perubahan yang terjadi di dunia musik dan hiburan secara umum. Comeback BTS akan menjadi panggilan bagi industri untuk melihat aset terpenting mereka, yaitu penggemar dan relasi yang dibangun selama ini.

Related posts