Bandara Terindah di Dunia 2025: Amerika Serikat dan China Didesain Rendah Emisi Karbon

Penghargaan bandara terindah di dunia baru-baru ini jatuh kepada Terminal 1 Harvey Milk di Bandara Internasional San Francisco, Amerika Serikat. Pengumuman ini disampaikan pada ajang Prix Versailles 2025 yang diadakan di markas besar UNESCO di Paris, Prancis.

Terminal 1 yang dibuka pada tahun 2024 ini mendapat pujian dari juri atas transformasi ambisius yang dihadirkan, menciptakan suasana yang menenangkan dan memulihkan bagi setiap pelancong. Inovasi dalam desain ini juga disertai dengan penurunan emisi karbon sebesar 79 persen dan penggunaan energi sebesar 59 persen, sebuah prestasi yang patut dicontoh oleh bandara lainnya.

Penghargaan ini tidak hanya diberikan kepada bandara, tetapi juga meliputi berbagai bangunan publik seperti hotel, museum, restoran, dan pusat perbelanjaan yang dianggap memiliki desain mengesankan. Terminal 2 di Bandara Internasional Yantai Penglai di China juga mendapatkan penghargaan serupa, menambah prestise bagi kawasan transportasi internasional.

Keunggulan Terminal 1 Harvey Milk dan Transformasi Desainnya

Terminal 1 Harvey Milk Bandara Internasional San Francisco dirancang dengan memperhatikan kenyamanan dan pengalaman pengguna. Desainnya yang modern tak hanya membuat penumpang merasa nyaman, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan.

Transformasi ini mencakup penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan dan penerapan praktik desain yang dapat mengurangi jejak karbon. Hal ini menunjukkan bahwa sektor penerbangan tidak hanya fokus pada efisiensi tetapi juga pada tanggung jawab sosialnya terhadap lingkungan.

Pujian juga diberikan untuk interior terminal yang menampilkan elemen artistik yang kuat dan fungsionalitas tinggi. Setiap ruang dirancang agar memberikan pengalaman visual yang menarik, membuat penumpang merasa lebih betah saat menunggu penerbangan mereka.

Penghargaan dan Pengakuan Lain untuk Bandara di Seluruh Dunia

Ajang Prix Versailles 2025 tidak hanya memberikan penghargaan untuk terminal di San Francisco. Terminal kedatangan Bandara Roland Garros di Pulau Reunion dan Bandara Internasional Kansai di Osaka, Jepang, juga mendapat perhatian khusus untuk desain interior mereka.

Penilaian yang adil dan komprehensif membuat penghargaan ini menjadi referensi berharga bagi desain bangunan publik. Penghargaan khusus juga diberikan kepada Bandara Internasional Portland, Oregon, yang dikenal dengan karpet retro ikoniknya, menunjukkan bahwa inovasi tidak harus mahal untuk dapat menarik perhatian.

Penghargaan ini membantu menempatkan fokus pada pentingnya desain yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional. Dengan adanya pengakuan seperti ini, diharapkan bandara di seluruh dunia dapat terinspirasi untuk menghadirkan inovasi dalam desain dan layanan mereka.

Bandara Terkenal yang Tidak Masuk Daftar Pemenang

Meskipun ada banyak bandara yang mendapatkan penghargaan, beberapa bandara terkenal di dunia tidak masuk dalam daftar tersebut. Bandara Changi di Singapura, yang dikenal dengan air terjun dalam ruangan terbesarnya, menjadi salah satu contoh yang mengejutkan.

Begitu juga dengan Bandara Internasional Hong Kong, yang memiliki keunggulan dengan pusat perbelanjaan di dalam area bandara dan Jembatan Langit yang memungkinkan penumpang menyaksikan pesawat terbang secara langsung. Ketiadaan bandara-bandara ini dalam daftar pemenang menimbulkan pertanyaan mengenai kriterianya.

Penting untuk dicatat bahwa meski tidak mendapatkan penghargaan, bandara-bandara ini tetap memiliki desain dan fasilitas yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian tidak hanya didasarkan pada popularitas, tetapi pada aspek inovasi dan keberlanjutan yang lebih mendalam dalam desain.

Related posts