Lepasliarkan 2 Orangutan di Tanjung Puting Kalimantan oleh Menhut

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, baru-baru ini melakukan pelepasliaran dua individu orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Proses pelepasliaran ini merupakan hasil dari rehabilitasi panjang untuk memastikan kedua orangutan siap kembali ke habitat alaminya.

Orangutan yang dilepasliarkan tersebut adalah Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun. Keduanya sebelumnya telah dirawat dan dipersiapkan untuk kehidupan liar.

Pelepasliaran sebagai Implementasi Komitmen Pemerintah untuk Melestarikan Satwa

Raja Juli menyatakan bahwa pelepasliaran adalah langkah konkret dalam menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia. Dia menegaskan pentingnya menjaga habitat alami agar generasi mendatang dapat menikmati keberadaan orangutan.

Dalam keterangan tertulisnya, Raja Juli mengungkapkan, “Kita jaga habitat orangutan supaya nanti anak cucu kita masih bisa bersama orangutan.” Komitmen ini mencerminkan kesadaran akan tanggung jawab menjaga ekosistem.

Pelepasliaran orangutan bukan sekadar memulangkan mereka ke alam. Pentingnya pelestarian hutan menjadi tanggung jawab bersama, terutama untuk melawan ancaman perambahan dan perusakan habitat.

Pentingnya Kerjasama untuk Menjaga Keberlangsungan Habitat

Saat menghadiri acara pelepasliaran, Raja Juli juga mengunjungi Orangutan Care Center and Quarantine yang berada di Desa Pasir Panjang. Fasilitas ini dikelola oleh sebuah lembaga yang berfokus pada konservasi orangutan dan saat ini merawat sekitar 320 anak orangutan yatim.

Selain berfungsi sebagai pusat karantina dan perawatan medis, pusat ini juga berperan dalam rehabilitasi fisik, mental, dan perilaku orangutan sebelum mereka dikembalikan ke habitat alami. Kerjasama antara pemerintah dan lembaga konservasi sangat dibutuhkan dalam menjaga kelangsungan hidup satwa ini.

Organisasi tersebut telah beroperasi sejak 1986 dan memiliki visi untuk menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepasliarkan orangutan ke habitat yang aman. Ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam melindungi satwa liar.

Dukungan dan Apresiasi terhadap Lembaga Konservasi

Raja Juli mengapresiasi dedikasi dan usaha Dr. Biruté Mary Galdikas bersama tim dalam menjaga keberlangsungan orangutan di Indonesia. Dedikasi panjang yang telah ditunjukkan menjadi inspirasi bagi semua pihak dalam upaya konservasi.

Dia mengingat momen ketika bertemu Dr. Biruté setahun lalu, dan mengungkapkan, “Ini hasil karya beliau bersama teman-teman di balai, luar biasa.” Penghargaan ini menunjukkan pentingnya peran individu dalam konservasi satwa.

Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga konservasi dan masyarakat. Kerja sama ini menjadi kunci untuk perlindungan orangutan di masa depan.

Related posts