Avatar: Fire and Ash baru saja meluncur di box office Amerika Utara dengan pendapatan mencapai US$88 juta. Meskipun hasil ini menunjukkan awal yang baik, jumlah ini masih lebih rendah dibandingkan dengan film sebelumnya dalam waralaba ini.
Pendapatan akhir pekan pembukaan film kedua dalam seri, Avatar: The Way of Water, pada Desember 2022 meraih US$134 juta, menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Perbedaan tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi film terbaru ini dalam menarik perhatian penonton di bioskop.
Selama ini, film Avatar dikenal bukan hanya karena pendapatan awal yang sangat tinggi, tetapi lebih kepada kekuatan daya tarik jangka panjang di box office. Dengan kombinasi visual yang memukau dan narasi yang mendalam, film-film ini telah membuktikan diri sebagai pemimpin tak tertandingi dalam industri film.
Analisis Pendapatan Box Office Film Avatar Terbaru
Pendapatan internasional pada akhir pekan pembukaannya menunjukkan bahwa Avatar: Fire and Ash berhasil meraup US$257 juta, membawa total pendapatan globalnya mencapai US$345 juta. Ini menjadi salah satu debut terbesar tahun ini, meskipun masih jauh dari pencapaian debut film kedua yang berhasil meraih US$435 juta.
Faktor pendorong utama pendapatan tersebut tampaknya berasal dari layar premium, seperti IMAX dan 3D, yang menyumbang sekitar 66 persen dari total penjualan tiket. Ini menunjukkan bahwa penonton tetap tertarik pada pengalaman menonton yang luar biasa.
Menariknya, 38 persen penonton pada akhir pekan pembukaan adalah individu berusia 25 tahun ke bawah. Ini menunjukkan bahwa waralaba Avatar tidak hanya menarik bagi kalangan orang dewasa, tetapi juga mampu menjangkau generasi muda yang semakin menyukai film-film layar lebar.
Dominasi Box Office dan Persaingan Film Baru
Walaupun Avatar: Fire and Ash mendominasi tangga box office, film ini bukanlah satu-satunya yang dirilis di minggu yang sama. Secara mengejutkan, film musikal animasi yang mengangkat tema Alkitab, David, muncul sebagai pesaing yang kuat dengan pendapatan US$22 juta dari 3.118 layar.
David yang menceritakan kisah Daud dan Goliat ini, terbukti bisa menarik perhatian anak-anak dan keluarga. Dengan demikian, film ini berhasil menempati posisi kedua di box office, signifikansi yang tidak bisa diremehkan.
Di posisi ketiga, film thriller psikologis berjudul The Housemaid berhasil meraih pendapatan US$19 juta dari 3.015 bioskop. Ini menunjukkan bahwa ada variasi genre yang mampu menarik penonton di tengah persaingan yang ketat.
Pendapatan Film Lain dan Reaksi Penonton
Pada posisi keempat, The SpongeBob Movie: Search for SquarePants meraih pendapatan lebih rendah di angka US$16 juta, dari biaya produksi yang mencapai US$64 juta. Hal ini menandakan bahwa film ini tidak mampu menciptakan daya tarik seperti dua film SpongeBob sebelumnya.
Pendapatan awal film pertama dalam seri ini, The SpongeBob SquarePants Movie, di tahun 2004 mencapai US$32 juta, sementara sekuelnya, Sponge Out of Water, dibuka dengan US$55 juta pada tahun 2015. Tren penurunan ini patut menjadi perhatian bagi para pembuat film, terutama jika mereka berharap untuk mempertahankan relevansi di pasar.
Meskipun demikian, penonton tampaknya tetap mengapresiasi Search for SquarePants dengan nilai A- di CinemaScore, yang merupakan prestasi tertinggi dalam seri tersebut. Ini menunjukkan bahwa meskipun pendapatan mungkin lebih rendah, kualitas film masih ada di atas rata-rata.
