Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah sigap dengan memerintahkan jajaran kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang pelaksanaan Operasi Lilin 2025. Langkah ini diambil sebagai salah satu upaya mitigasi menghadapi potensi dampak dari siklon Senyar yang diprediksi dapat memengaruhi beberapa wilayah di Indonesia.
Operasi Lilin 2025 akan berlangsung selama 14 hari, dimulai dari tanggal 20 Desember hingga 4 Januari 2026. Ini adalah periode yang sangat penting, mengingat banyaknya mobilitas masyarakat selama liburan Natal dan Tahun Baru.
Sigit menekankan pentingnya penyiapan langkah-langkah mitigasi agar semua anggota dapat memberikan respons yang cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat. Dalam rapat koordinasi tersebut, ia juga mengingatkan untuk mempertimbangkan berbagai skenario yang mungkin terjadi selama operasi.
Pentingnya Kewaspadaan di Tengah Ancaman Siklon Senyar
Rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar pada tanggal 16 Desember memperlihatkan keseriusan pihak kepolisian dalam mempersiapkan operasi ini. Jenderal Sigit menekankan bahwa siklon Senyar berpotensi berputar kembali menuju Jawa dan Sulawesi, sehingga memerlukan perhatian ekstra.
Dengan adanya potensi bencana, perlu dipersiapkan fasilitas serta peralatan yang memadai. Hal ini untuk memastikan bahwa pemberian bantuan dan penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan efektif saat dibutuhkan.
Kapolri juga mengungkapkan bahwa Operasi Lilin 2025 akan melibatkan total 146.701 personel, yang terdiri dari berbagai instansi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode liburan.
Penempatan Posko dan Personel Selama Operasi Lilin 2025
Sigit menjelaskan penempatan posko yang akan dibangun dalam rangka Operasi Lilin 2025. Sebanyak 2.903 posko akan dibangun, mencakup pengamanan di sekitar lokasi ibadah dan tempat wisata. Ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan liburan.
Melalui penempatan posko tersebut, diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan dan tempat istirahat bagi para pengendara. Pengelolaan posko pengamanan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan pada waktu kritis ini.
Di antara 44.436 objek pengamanan yang ditargetkan, terdapat berbagai lokasi strategis seperti gereja, pusat belanja, terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Penempatan personel di lokasi-lokasi tersebut diharapkan dapat maksimal dalam menjalankan peran mereka.
Persiapan Materi dan Peralatan Dalam Menghadapi Bencana
Jenderal Sigit juga mengingatkan pentingnya persiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi. Hal ini tidak hanya melibatkan personel, tetapi juga peralatan yang diperlukan dalam situasi darurat.
Persiapan yang matang dalam bentuk alat-alat penyelamat, serta perangkat evakuasi akan sangat membantu dalam menjalankan operasi dengan baik. Pihak kepolisian perlu memastikan bahwa semua peralatan tersedia di posko-posko terpadu yang dibangun.
Kapolri menekankan bahwa kesiapan menghadapi bencana harus selalu menjadi prioritas. Melalui upaya maksimal dalam persiapan, diharapkan Operasi Lilin 2025 tidak hanya aman tetapi juga dapat berjalan tanpa kendala.
