Film “Now You See Me” kembali hadir dengan sekuelnya yang ketiga, berjudul “Now You See Me: Now You Don’t”. Meskipun mengusung semangat yang sama, film ini tidak berhasil mencapai status yang diharapkan oleh penggemar, khususnya di kalangan kritikus film. Dengan skor hanya 60 persen dari 120 ulasan, film ini gagal mendapatkan status Certified Fresh di Rotten Tomatoes.
Status tersebut sangatlah berarti, sebab film baru mendapat label tersebut jika mencapai minimal 75 persen, dengan setidaknya lima kritik dari top critics. Penilaian dari kritikus menunjukkan bahwa film ini kurang mampu meninggalkan jejak berarti di benak penonton, membuatnya mudah terlupakan.
Hal ini disampaikan oleh Zaki Hasan dari San Francisco Chronicle, yang merasakan alur cerita film ini tidak cukup menarik. Meskipun ada hiburan di dalamnya, ia merasa bahwa pengalaman menonton tidak mampu membangkitkan daya tarik yang mendalam.
Penilaian Kritikus Terhadap Film dan Karakter
Kritikus lainnya, Sonia Rao dari Washington Post, menyoroti hilangnya karakter yang menurutnya seharusnya mendapat penanganan lebih baik. Alur pendalaman karakter terasa tidak ada artinya saat kredit film bergulir, sebuah hal disayangkan yang membuat pengalaman menonton terasa hampa.
Secara keseluruhan, banyak penilaian menyebutkan bahwa film ini tidak mencapai potensi maksimal. Naskahnya terasa lemah, dan dialog yang ada membuat daya tarik dari aksi-aksi sulap The Four Horsemen menjadi kurang menggigit.
Meskipun demikian, Rosamund Pike yang berperan dalam film ketiga mencuri perhatian. Banyak kritikus berpendapat bahwa kehadirannya dapat menyelamatkan film ini dari kebosanan yang ditawarkan oleh alur cerita yang datar.
Perbandingan dengan Dua Film Pendahulu dan Kinerja Box Office
Di pasar, “Now You See Me: Now You Don’t” menerima respon yang lebih baik dari penonton. Dengan skor 80 persen dari lebih dari 1.000 rating yang diverifikasi, film ini menunjukkan bahwa penonton masih menyukai aksi-aksi dari The Four Horsemen meski kritik dari para reviewer kurang memuaskan.
Namun dalam perbandingan, film ketiga ini sebenarnya masih memiliki skor lebih tinggi jika dibandingkan dengan kedua film sebelumnya. “Now You See Me” yang dirilis pada 2013 hanya memperoleh 51 persen, sedangkan sekuelnya “Now You See Me 2” merosot drastis ke angka 34 persen.
Aspek ini menunjukkan bahwa para pembuat film sebenarnya mampu melakukan perbaikan, meskipun masih jauh dari harapan banyak penggemar franchise ini. Beberapa penonton tetap menyatakan harapan agar film ini bisa menjadi pendorong untuk pembaruan kisah di masa mendatang.
Skenario dan Cerita Film yang Kurang Memuaskan
Sayangnya, eksekusi cerita tidak sebanding dengan ide yang menarik ini. Meskipun premisnya tampak menjanjikan, banyak kritik diarahkan pada kurangnya inovasi dalam alur dan penyampaian cerita.
Secara keseluruhan, film ini berusaha untuk menyajikan momen-momen menegangkan dan trik-trik sulap yang biasanya menjadi trademark franchise ini, tetapi penyampaian yang datar membuat pengalaman penontonan menjadi kurang berkesan.
